Seniman Vietnam Lan Phuong menggambar wajah Presiden Obama di topi khas Vietnam. (Foto: Lien Hoang)

Seniman Vietnam Lan Phuong menggambar wajah Presiden Obama di topi khas Vietnam. (Foto: Lien Hoang)

Vietnam sudah bertahun-tahun menanti kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Menjelang akhir masa tugasnya, Obama mengunjungi negara itu pekan ini.

Dia mengatakan pada rakyat Vietnam kalau dia menyisakan yang terbaik untuk dikunjungi di saat terakhir.

Kota simak laporan lengkapnya yang disusun Lien Hoang dari Kota Ho Chi Minh berikut ini.

Saat saya bepergian di seputaran kota  Ho Chi Minh pekan ini, saya melihat wajah Presiden AS Barack Obama ada di mana-mana.

Ada spanduk yang tergantung di sebuah bangunan yang dilintasi Obama dari bandara. Sementara para penggemarnya melambai-lambaikan bendera bertuliskan ‘I heart Obama’ di luar salah satu tempat yang dikunjunginya.

Di hari terakhir kunjungan tiga harinya, sambutan warga makin kreatif. 

Saya bergabung dengan ratusan orang yang sedang mengantri untuk hadir dalam pertemuan Obama dengan para pemimpin muda.

Mereka mengenakan kaos Obama, berpakaian seperti presiden, dan memakai topeng Obama.

Tapi salah satu ide terbaik datang dari aktris panggung Lan Phuong. Dia menggambar wajah Obama di topi kerucutnya.

“Semua orang bisa memberi topi Vietnam sebagai hadiah, sehingga itu tidak lagi hal yang istimewa. Jadi saya menaruh fotonya di topi, jadi seperti hubungan dengan Amerika dan Vietnam. Jadi ya topi ini semacam simbol,” jelas Lan Phuong.

Phuong tidak punya kesempatan untuk memberikan topi itu ke Obama. Tapi Obama juga membawa pesan yang sama, menghubungkan Vietnam dan Amerika Serikat.

Lewat kunjungan perdananya ini, Obama ingin menunjukkan kepada dunia kalau kedua negara bisa dekat, meski terlibat perang 40 tahun silam.

Dia mengatakan hubungan keduanya membaik di hampir setiap bidang: perdagangan, militer, budaya, dan sosial.

“Alasan saya berada di sini, karena Vietnam sangat penting, tidak hanya untuk kawasan tapi juga dunia. Saya menyoroti perubahan yang terjadi antara kedua negara. Di generasi sebelum ini, kita bermusuhan dan sekarang kita berteman. Ini memberi kita harapan,” kata Obama.

Dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Vietnam menempati posisi yang menarik, bukan hanya karena perang. 

Vietnam adalah negara dengan satu partai. Maka secara politik dan prinsip, Hanoi dan Washington terkadang berbenturan.

Tapi Amerika Serikat juga punya ruang yang luas untuk menancapkan pengaruhnya di sini karena warga Vietnam sangat menyukai Amerika.

Hanoi juga punya keprihatinan yang sama dengan Washington soal meningkatnya kekuatan Tiongkok.

Dan dibadingkan negara tetangganya, anggaran pertahanan Vietnam berkembang paling pesat. Jadi, berita terbesar pekan ini adalah Obama mencabut embargo senjata terhadap Vietnam.

“Saya juga mengumumkan kalau Amerika Serikat sepenuhnya mencabut larangan penjualan peralatan militer ke Vietnam, yang sudah berlangsung selama 50 tahun. Meski begitu, penjualan tetap harus memenuhi persyaratan yang ketat termasuk soal HAM. Tapi perubahan ini akan memastikan Vietnam punya akses ke peralatan yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri dan menghapus sisa-sisa Perang Dingin,“ kata Obama.

Vietnam sedang membangun kekuatan militernya, terutama terkait sengketa soal siapa yang menguasai perairan yang menghubungkannya dengan Tiongkok. 

Phuong menjelaskan alasan dia peduli soal hubungan dengan Amerika Serikat.

“Soal Laut Cina Selatan bukan hanya masalah kita tapi beberapa negara tetangga lain. Jadi kami sangat berharap Amerika bisa mendukung kami dan membantu ketika terjadi masalah,” harap Lan Phuong. 

Phuong hadir di balai kota, di mana Obama berusaha menginspirasi kaum Vietnam untuk memperbaiki negara.

Perjalanannya kali ini untuk menjangkau dan memotivasi warga biasa.

Hari pertama kunjungan Obama bersifat formal, diisi dengan pertemuan resmi, jamuan makan dan band militer.

Tapi setelah itu, dia mulai bersenang-senang. 

Obama bertemu dengan seorang rapper perempuan dan memintanya untuk ngerap beberapa lirik baru. 

Obama juga bercanda soal mengendarai sepeda motor Vietnam, bertambah tua dan beruban. 

Dia juga sempat mengunjungi sebuah ruang kerja dan mencoba beberapa permainan virtual dan laser pemotong.

Ketika terlihat lelah, Obama menyempatkan minum kopi waktu makan malam. 

Karena rapat-rapat pemerintah sudah berakhir, dia bisa punya waktu berbincang-bincang santai dengan warga Vietnam.

Dia memberitahu mereka semua hal baik yang bisa dilakukan dengan teknologi.

“Berkat teknologi dan media sosial, Anda adalah generasi yang paling terhubung dalam sejarah. Lebih dari 30 juta orang di Vietnam, sepertiga dari populasi, ada di Facebook. Yang Anda posting adalah foto selfie... Saya tahu itu,” kata Obama.

Beberapa orang sudah mengabdikan dirinya dalam bidang inovasi. Salah satunya adalah Duc Nghiem dari SHIELD.

“SHIELD adalah Startup Hub untuk Investasi, Pendidikan, dan Pengembangan Kepemimpinan. Dan misi kami adalah untuk memungkinkan ada lebih banyak kewirausahaan. Kami berharap bisa membawa lebih banyak startups keluar dari Vietnam dan membawa lebih banyak modal ke dalam negeri.”

Nghiem berada di ruang kerja saat Obama berkunjung.

“Menurut saya kewirausahaan adalah semangat Amerika, itu saat saya berada di sana. Jadi saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk kewirausahaan di Vietnam. Ini adalah kesamaan Vietnam dan Amerika Serikat,” kata Duc Nghiem dari SHIELD.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!