Afghanistan Membuka Diri Pada Investor Luar

Afghanistan sedang berupaya mempermudah investasi di negara itu. Negara ini baru saja membuka Kantor Visa baru di bandara internasional Kabul. Ini memungkinkan para pendatang dari negara tertentu bisa mengurus visa saat kedatangan.

Rabu, 08 Apr 2015 18:00 WIB

Kantor Konsulat di Bandara Hamid Karzay Kabul. (Foto: Ghayor Waziri)

Kantor Konsulat di Bandara Hamid Karzay Kabul. (Foto: Ghayor Waziri)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Afghanistan sedang berupaya mempermudah investasi di negara itu.
 
Berdasarkan skema visa yang baru, para investor dari negara tertentu bisa mengurus visa saat mereka tiba di bandara Hamid Karzay.
 
Komandan polisi perbatasan, Jenderal Haqnawaz Haqyar mengatakan mereka mencoba mengejar ketinggalan dari negara-negara lain.

“Sebagian besar negara lain punya kantor konsulat seperti ini di dalam bandara. Sekarang kami juga punya dan kami senang bisa memberikan visa bagi para investor dan pengusaha asing yang ingin masuk secara legal ke Afghanistan. Tapi karena kantor ini baru saja beroperasi, kami belum mengeluarkan visa,” papar Haqnawqaz Haqyar.
 
Investor asing juga bisa mendapatkan visa yang berlaku hingga tiga tahun. Ini berbeda dengan visa sebelumnya yang hanya berlaku enam bulan.

Pembangunan ekonomi dianggap sebagai langkah penting untuk mencegah negara itu kembali ke perang saudara, setelah sebagian besar pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat ditarik keluar tahun lalu.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Abdul Shikeeb Mustaghni. “Pencapaian pertumbuhan ekonomi berada paling atas dalam daftar prioritas pemerintahan persatuan nasional. Kami ingin mendorong dan menarik investasi asing.”
 
Kementerian menyatakan mereka menargetkan investor dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Eropa, Jepang dan Rusia dengan skema visa baru ini.

Lembaga Dukungan Investasi Afghanistan atau AISA menyambut baik langkah ini. Tapi juru bicara lembaga itu, Ebrahim Shams, mengatakan ada tantangan lain yang perlu diatasi.
 
“Seperti keamanan, tata kelola pemerintahan yang buruk, penarikan pasukan asing dan transisi keamanan kepada pasukan Afghanistan serta masalah pemilu. Saya berharap dengan komitmen dan dukungan masyarakat internasional, masalah ini akan bisa kami atasi dan makin banyak investasi yang datang kemari,” papar Ebrahim Shams.
 
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

MK Tolak Uji Materi Perppu Ormas

  • Periksa Guru Pembuat Materi Khilafah, Pemerintah Dinilai Reaktif
  • Catahu 2017 LBH Jakarta : Redupnya Api Reformasi
  • Penjual Organ dan Kulit Harimau Dituntut 3 Tahun Penjara