Aktivis LGBT Filipina, Joey Odtohan. (Foto: Ariel Carlos)

Aktivis LGBT Filipina, Joey Odtohan. (Foto: Ariel Carlos)

Rakyat Filipina bersiap untuk memberikan suaranya pada Mei mendatang.

Beberapa hal menjadi sorotan jelang pemilu ini seperti ekonomi, keamanan dan korupsi.

Tapi komunitas LGBT dikejutkan dengan serangan yang dilakukan para peserta pemilu terhadap mereka.

Ini menyebabkan gerakan LGBT untuk mencapai tujuan mereka dalam iklim politik saat ini, tidaklah mudah. Gerakan ini berharap bisa mendorong kesetaraan dalam perkawinan dan hak yang sama.

Koresponden Asia Calling KBR, Jofelle Tesorio dan Ariel Carlos, menyusun laporan mereka dari Manila dan Palawan, Filipina.

Ikon tinju Filipina, Manny Pacquiao yang saat ini menjadi anggota Kongres maju menjadi senator pada pemilu Mei mendatang.

Dia menentang pernikahan sesama jenis dan mengatakan homoseksual lebih buruk daripada binatang.

Di antara komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender / transeksual atau LGBT, yang mengecam ucapan Manny adalah pembawa acara televisi terkenal, Boy Abunda.

“Dia melewati batas. Saya tidak bisa menerima ucapan Manny yang menyebut saya lebih buruk dari hewan. Apakah saya lebih rendah dari binatang? Kami di komunitas LGBT tidak akan berhenti sampai kapanpun. Kami akan berjuang untuk kesetaraan martabat yang dicuri dari kami. Saya tidak mengemis martabat pada Manny Pacquiao. Saya tidak mengemis rasa hormat dan kemanusiaan karena Anda bukan pemilik semua itu,” kecam Boy.

Karena komentar pedas anti-LBGT dari Manny, Nike membatalkan kontrak sponsornya.

Ini mungkin telah mempengaruhi karirnya sebagai petinju tapi tidak karir politiknya.

Meski ada kecaman dari komunitas LGBT, sikap warga Filipina terpecah dalam menyikapi isu pernikahan gay, homoseksualitas dan hak-hak LGBT lainnya.

Sebagian besar politisi yang maju dalam pemilu mendatang lebih memilih diam atau bersikap samar atas masalah ini, seperti calon presiden, Rodrigo Duterte.

“Secara pribadi, saya tidak bisa bicara tentang legalitas, karena hukum Perdata kita menyebutkan laki-laki dan perempuan. Biarkan saja seperti itu sampai waktunya isu ini muncul ke permukaan. Untuk Pacquiao, saya menghormati pendapatnya karena kebebasan berekspresi sangat penting. Saya mungkin tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tapi saya akan membela hak Anda untuk mengatakan hal itu.”

Ada juga politisi yang setuju dengan Manny, seperti senator Juan Ponce Enrile. Dia mengatakan homoseksual harusnya pindah ke planet lain.

Hujatan anti-gay dari Manny Pacquiao mencerminkan bagaimana sikap terhadap isu-isu LGBT dalam pemilu mendatang yang digelar bulan Mei.

Ketua komunitas LGBT lokal, Joey Odtohan, mengatakan isu LGBT tidak didorong dalam pemerintahan.

“LGBT terpinggirkan. Itu sebabnya saya menghimbau semua anggota LGBT untuk bersatu. Kita punya massa. Kita harus kompak sehingga mereka bisa mendengar kita. Mungkin setidaknya kita bisa memilih salah satu perwakilan di Kongres sehingga kita bisa mendorong ada hukum yang melindungi LGBT di Filipina,” kata Joey.

Pada 2010 dan 2013, kelompok LGBT Ladlad (pron. Laad-Laad) ikut maju memperebutkan kursi di Kongres sebagai partai, di mana kelompok marjinal bisa terwakili.

Namun, kelompok itu dilarang ikut pemilu tahun ini karena gagal mendapatkan setidaknya dua persen suara dalam dua pemilu terakhir.

Joey Odtohan mengatakan kelompok lain dari komunitas LGBT berencana untuk bergabung dengan pemilu tiga tahun lagi.

“Di tingkat nasional, kami telah mengerahkan sekitar 70 persen dari organisasi LGBT di provinsi. Ketua kami akan berkeliling ke seluruh negeri untuk memastikan kalau kita bisa maju pada pemilu 2019, sehingga kita paling tidak punya satu perwakilan di Kongres.”

Komunitas LGBT masih belum punya perwakilan di pemerintah.

Setiap pemilu, para kandidat yang maju menghindar untuk memasukkan hak-hak LGBT dalam program mereka.

Pengamat politik Redempto Anda menjelaskan alasannya.

“Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah pengaruh Gereja Katolik. Kita adalah negara yang sangat Katolik. Masalah moral masih isu utama dan kandidat biasanya tidak ingin berseberangan dengan kelompok konservatif. Sebenarnya ada begitu banyak masalah yang kandidat bisa angkat dan itu bisa sekaligus memperjuangkan hak-hak LGBT,” jelas Anda.

Ketua komunitas LGBT local, Joey Odtohan, mengatakan perlakuan terhadap komunitasnya tidak akan berubah di masa pemerintahan berikutnya.

Tapi mereka sangat ingin secara perlahan mendorong hak-hak mereka melalui dewan lokal.

“Di sini, di Kota Puerto Princesa, kami melobi agar ada aturan hukum untuk melindungi hak-hak LGBT dari diskriminasi. Kami bahkan mendapat dukungan dari dewan lokal. Dan Walikota di sini sangat mendukung kami,” kata Joey.

Komunitas LGBT berharap hujatan anti-gay dari ikon petinju Manny Pacquiao akan membuat isu ini makin sering didiskusikan di level yang lebih tinggi.

Tapi ketua komunitas LGBT, Joey, mengatakan satu hal yang bisa mereka lakukan saat ini adalah dengan tidak memilih Manny Pacquiao.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!