Surinder sedang mengambil foto dengan kamera antiknya. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Surinder sedang mengambil foto dengan kamera antiknya. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Dalam dunia serba digital saat ini, banyak teknik kuno telah dilupakan.

Tapi di Rajasthan, masih ada seorang pria yang masih menggunakan apa yang dia klaim sebagai kamera tertua di dunia.

Koresponden Asia Calling KBR, Jasvinder Sehgal, menemuinya di Jaipur .

Surinder menawarkan jasa foto amatir kepada para wisatawan yang lalu lalang.

Dia mengatakan kamera yang digunakannya adalah buatan Jerman bermerek Carl Zeiss dan diproduksi tahun 1860.

Kamera itu terlihat berumur lebih dari seabad dan lengkap dengan kain hitam yang menutupi bagian belakang.

“Kamera ini seperti kotak kayu. Ada lensa di bagian depan dan jendela di bagian belakang. Anda bisa lihat kamera ini juga punya kamar gelap mini. Kamar gelap, bahan kimia, pencetak foto dan kotak rol film, semua ada di dalam kota seberat 20 kg ini dan semua bahan kimia disimpan dalam kamera,” jelas Surinder.

Kamera ini sebelumnya digunakan oleh kakeknya lalu diturunkan ke ayahnya sebelum akhirnya diwariskan kepada Surinder dan saudara laki-lakinya.

Meski Surinder sangat menghargai kamera digital, dia menyimpan kamera tua ini karena mengandung sepotong sejarah fotografi dan keluarganya.

“Barang tua itu seperti emas. Kamera digital tidak bisa dibandingkan dengan kamera warisan saya. Masyarakat tidak boleh lupa dengan sejarah mereka.”

Fungsi kamera Surinder hampir mirip kamera polaroid antik.

Dia bisa menghasilkan foto hitam dan putih di tempat, tapi butuh waktu sekitar lima menit untuk mencetak hasilnya.

Masalahnya kata dia adalah menemukan bahan kimia yang biasa didapatnya di kota tua.

Selain melestarikan alat fotografi antik ini, Surinder juga mengandalkan kamera ini untuk mencari uang.

Dan ini tidak mudah akunya.

“Penghasilan saya sekitar 20 sampai 70 ribu rupiah per hari. Sangat sulit mencari uang dengan kamera ini karena hanya turis asing yang menyukainya. Dan jumlah mereka makin menurun. Orang India tidak suka kamera ini dan lebih cenderung memilih kamera digital. Sebelumnya, warga lokal menggunakan jasa saya untuk membuat foto paspor dan dokumen lainnya,” keluh Surinder.

Kamera Surinder berdiri di atas tripod kayu yang sudah reyot.

Bentuknya yang unik menarik perhatian orang yang lalu lalang tapi namun hanya beberapa dari mereka yang memakai jasanya.

Sudarshan Kaur yang berusia 35 tahun dari Punjab adalah salah satunya.

“Tentu saja saya menyukainya. Saya belum melihat kamera seperti ini. Kita seperti berada di masa lalu dan ini benar-benar ada di India. Ini adalah warisan India. Kualitas gambarnya juga sangat baik.”

Vijay Goel, seorang fotografer fashion berusia 27 tahun asal Mumbai datang untuk melihat kamera antik ini bersama dua temannya.

Dia sangat terkesan dengan teknik lama yang digunakan Surinder.

“Saat ini sangat sulit untuk menemukan orang yang masih menggunakan kamera tua ini. Dia merawat tradisi . Dia memotret kami sekali dan kami ingin mencetaknya menjadi jadi tiga foto untuk kami simpan masing-masing.”

Kamera antik Surinder juga dikenal di luar Jaipur.

Kamera itu muncul dalam beberapa film Hindi seperti Shudh Desi Romantis, Bhool Bhulaiyaa, Sherkhan dan Ek Tha Tiger.

Dan sementara Surinder dan saudaranya masih terus berkeliling, kamera berharga mereka akan terus menjepret potongan-potongan sejarah.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!