Kuil Sikh di Peshawar kembali dibuka. (Foto: Shahab-ur-Rahman)

Kuil Sikh di Peshawar kembali dibuka. (Foto: Shahab-ur-Rahman)

Kuil Gurudwara Bhai Biba Singh dibangun tahun 1708 saat pemerintahan Maharaja Ranjeet Singh.

Tapi pada 1942 Kuil Sikh yang terletak di Peshawar Pakistan ini ditutup. Dan setelah enam dekade sengketa yang berlarut-larut, kuil ini kembali dibuka.

Koresponden Asia Calling KBR, Shahab-ur-Rahman mengunjungi kuil itu dan menyusun laporannya untuk Anda.

Azan berkumandang di daerah padat Jughiwara di Peshawar Pakistan. Di daerah ini ada kuil Sikh, Gurudwara Bhai Biba Singh.

Sebagian besar penduduk daerah ini adalah Muslim tapi mereka menyambut baik pembukaan kembali tempat ibadah penganut Sikh itu.

“Mereka bebas untuk beribadah dan tidak ada yang akan menganggu. Penganut Sikh juga adalah warga negara ini. Islam mengajarkan kita untuk bersaudara dengan semua orang. Meski tidak ada orang Sikh di daerah ini, tapi Muslim di sini akan sepenuhnya bekerja sama dengan komunitas Sikh,” tutur Mohammad Dawood, ustad di masjid setempat.

Kuil ini ditutup tahun 1942 setelah bentrokan antara warga Muslim dan Sikh, yang menyebabkan dua orang Sikh tewas.

Komunitas Sikh telah berjuang untuk mendapatkan kepemilikan kuil berumur 300 tahun itu dan akhirnya mereka berhasil.

Pemerintah telah menyerahkan hak atas kuil itu kepada komunitas Sikh dan renovasi kuil sedang berlangsung. Kuil diperkirakan akan dibuka bulan ini.

Awalnya ada beberapa tokoh masyarakat lokal yang keberatan dengan gagasan itu. Salah satunya Haji Ibrahim Khan.

Kata Haji Ibrahim mereka punya 4 tuntutan yakni perlindungan bagi sekolah perempuan yang berdekatan dengan kuil, jalan tidak akan ditutup untuk alasan keamanan, orang Sikh tidak akan membeli properti lain dan dinding harus dibangun di atas kuil untuk melindungi penduduk Muslim.

“Awalnya kami keberatan kuil ini dibuka kembali. Kuil ini sudah ditutup sejak 1942 dan setelah pemisahan tidak ada orang Sikh tinggal di daerah ini. Tapi kami sudah membuat kesepakatan dan izin sudah diberikan. Mereka bebas untuk beribadah. Kami akan melindungi mereka karena mereka adalah saudara kami.”

Perlindungan terhadap sekolah khusus perempuan adalah salah satu tuntutan utama mereka yang menentang pembukaan kembali kuil itu.

Khwaja Muhammad Akbar Setthi termasuk yang menolak pembukaan kembali Kuil Gurudwara. Dia mengatakan mereka menandatangani perjanjian demi citra Pakistan sebagai bangsa yang toleran.

“Kami tidak keberatan dengan ibadah mereka. Orang Sikh adalah warga negara Pakistan. Tapi bangunan ini sudah dijadikan sekolah pelatihan kejuruan. Kami menerima kesepakatan pembukaan kembali Kuil semata demi citra Pakistan. Bangunan itu milik orang Sikh dan kami menghormati hal itu,” ungkap Mohammad Akbar Setthi.

Di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, hanya ada satu kuil lain tempat penganut Sikh beribadah. Dan di seluruh negeri, ada sekitar 20 Kuil Sikh yang berfungsi.

Ini adalah salah satu alasan mengapa Komite Perbandhak Gurudwara Sikh bekerja keras untuk membuka kembali kuil itu.

Anggota komite, Sahib Singh, mengatakan dia percaya masyarakat Sikh dan Muslim bisa hidup berdampingan secara damai.

“Saat pemisahan, orang Sikh pindah ke berbagai tempat. Beberapa pergi ke India dan yang lain ke wilayah kesukuan Pakistan. Kuil ditutup karena jumlah orang Sikh yang makin sedikit. Karena aksi terorisme, terjadi perpindahan besar-besaran orang Sikh dari daerah kesukuan ke Peshawar. Sekarang populasi orang Sikh lebih dari seribu keluarga.”

Setelah pemisahan antara India dan Pakistan tahun 1947, sebagian besar orang Sikh pindah ke India.

Tapi di Pakistan, negara berpenduduk mayoritas Muslim, pemerintah bekerja keras untuk mendukung semua agama minoritas. Mereka menyediakan dana untuk pemeliharaan rumah ibadah untuk semua agama.

Sardar Suran Singh, yang mewakili minoritas di pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan minoritas di Pakistan dapat dengan bebas beribadah sesuai agama mereka.

“Di negara yang mayoritas penduduknya Muslim ini, minoritas bebas beribadah menurut agamanya masing-masing. Pembukaan kembali kuil ini setelah enam dekade mengirimkan pesan positif kepada dunia kalau Pakistan adalah negara bebas,” tegas Sardar Surang Sing.

Pembukaan kembali Kuil Gurudwara Bhai Biba Singh di daerah mayoritas Muslim ini dimaknai sebagai contoh kerukunan antaragama. 

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!