Asia Calling 4 November 2017

Abducted publisher released but not free in China. Filipino and Thai campaigners unite to fight extrajudicial killings. The world's largest free school lunch program feeding 100 million Indian kids.

Senin, 06 Nov 2017 14:46 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Links are being forged between The Philippines and Thailand, as campaigners look to learn from past experience and find ways to bring extrajudicial killings to an end.

In India, we get a taste of the world’s largest free lunch program, which is feeding almost 100 million school kids every day.

And first up, the case of an abducted publisher and bookseller from Hong Kong, one of the victims of Chinese President Xi Jingping’s crackdown on media freedoms.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.