Asia Calling Program 14 October 2017

Children and teenagers become victims in The Philippines bloody war on drugs. A strange and sinister series of attacks target women's hair in India. Aboriginal activist walks 6000 km for justice.

Sabtu, 14 Okt 2017 12:36 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Attackers cutting off women’s hair and disappearing. In the Indian controlled Kashmir Valley, the strange attacks have sparked more unrest.

Philippines President Duterte, has been called ‘The Punisher’ for his brutal approach to drugs. But now he is beginning to be punished in the polls, as children and teenagers are murdered in his bloody war on drugs. 

And in Australia, an Aboriginal activist walks his talk. Travelling 6000 kilometres across the country by foot to raise awareness of Indigenous issues.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.