Asia Calling Program on 3 September 2016

Extrajudicial killings in the Philippines continue unabated. Fatalities after the Indian state of Bihar banned alcohol. The power of a word for Burma's Rohingya population. Inside Java's zine scene.

Senin, 05 Sep 2016 10:44 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



Some have joked that the new president of the Philippines, Rodrigo Duterte, is like a tropical Donald Trump. He’s crass, outspoken and at times deeply offensive.

But what’s happening in the Philippines right now is far more serious. The drug war has introduced a wave of extrajudicial killings and a climate of lawlessness and fear.

One that has eerie echoes of the days of former president Marcos and the days of martial law.

We’re also going to be hearing about the power of a word when it comes to politics in Burma, a controversial alcohol ban in India, and the vibrant ‘zine scene’ in Java.

We have all that and more coming up on this week’s show. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.