Asia Calling Program on 25 June 2016

Film censorship in Delhi. Balinese unite in their opposition to overdevelopment and the latest big business tourism proposal. Disappearances in China. President Duterte inaugurated in the Philippines.

Senin, 27 Jun 2016 11:03 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Strange disappearances, racy political gossip and bizarre confessions on Chinese state TV.

These are all part of the story that unfolded after a Hong Kong publisher mysteriously vanished from his beachside apartment in Thailand last October, leaving bottles of medication and a packet of cigarettes on his desk.

This week on Asia Calling, we dig into the details of that case from Hong Kong, Thailand and Sweden.

We also hear about the development tipping point, as Balinese people unite in opposition to overdevelopment in the island’s South. 

Beyond Bollywood, the fiery film scene in New Delhi.

And the new President of the Philippines, Rodrigo Duterte is inaugurated. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Yusril Fokus Gugat Presidential Threshold ke MK

  • Presiden Minta OJK Berkontribusi Pada Kelancaran Pembangunan
  • Kadis Perpustakaan: Minat dan Budaya Baca di Aceh Rendah
  • Maitimo: Persija Cuma Menang Beruntung

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.