Program Asia Calling Tanggal 18 November 2017

Ratusan pengungsi dan pencari suaka yang menentang keputusan pemerintah Australia terpaksa hidup tanpa makanan, air dan listrik di pusat penahanan di Papua Nugini yang sudah ditutup.

Senin, 20 Nov 2017 10:49 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Ratusan pengungsi dan pencari suaka yang menentang keputusan pemerintah Australia terpaksa hidup tanpa makanan, air dan listrik di pusat penahanan di Papua Nugini yang sudah ditutup.  Sebuah inisiatif baru muncul untuk mendukung masyarakat adat mendapatkan tanah mereka dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Dan berkunjung ke sebuah kafe di India, di mana Anda bisa melepaskan amarah Anda dengan menghancurkan barang-barang. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?