Asia Calling Program 21 October 2017

The siege of Marawi is over after 5 months. But what next? Indian Supreme court moves a step closer to outlawing child marriage. Japanese-American attorney Mia Yamamoto has had a life of transitions.

Sabtu, 21 Okt 2017 09:12 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

After a 5 month long siege, the southern Philippines city of Marawi was finally declared liberated. But with the city in ruins, massive challenges lie ahead.

And in India, a landmark court case has declared that sex with a minor, within marriage is now considered rape. Many hope the ruling is the first step to criminalizing child marriage, and marital rape altogether.

Later in the show we hear from an inspiring Japanese-American legal activist. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.