Program Asia Calling Tanggal 1 Oktober 2016

Banyak warga negara itu yang mendukung tindakan keras Presiden Rodrigo Duterte terhadap obat-obatan dan kejahatan, tapi tidak semua orang.

Senin, 03 Okt 2016 10:34 WIB

Selama tiga bulan terakhir eksekusi seakan menjadi hal biasa di Filipina.

Banyak warga negara itu yang mendukung tindakan keras Presiden Rodrigo Duterte terhadap obat-obatan dan kejahatan, tapi tidak semua orang.

Pekan ini kita akan mendengarkan penuturan bekas seorang pastor dan tahanan politik, yang kini menjadi aktivis HAM. Dia salah seorang yang menentang tindakan keras itu.

Kita juga akan mendengar tanggapan warga Kabul soal diampuninya seorang panglima perang terkenal di sana, bagaimana sebuah desa di Banten bisa memenuhi kebutuhan berasnya sendiri  dan ambisi pembangunan Tiongkok. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.