Selama tiga bulan terakhir eksekusi seakan menjadi hal biasa di Filipina.

Banyak warga negara itu yang mendukung tindakan keras Presiden Rodrigo Duterte terhadap obat-obatan dan kejahatan, tapi tidak semua orang.

Pekan ini kita akan mendengarkan penuturan bekas seorang pastor dan tahanan politik, yang kini menjadi aktivis HAM. Dia salah seorang yang menentang tindakan keras itu.

Kita juga akan mendengar tanggapan warga Kabul soal diampuninya seorang panglima perang terkenal di sana, bagaimana sebuah desa di Banten bisa memenuhi kebutuhan berasnya sendiri  dan ambisi pembangunan Tiongkok. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!