Program Asia Calling Tanggal 23 September 2017

Orang-orang Rohingya Myanmar yang berhasil lari menyelamatkan diri ke Bangladesh tapi masih harus berjuang bertahan hidup di tempat penampungan sementara.

Senin, 25 Sep 2017 09:40 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Dari Bangladesh, akan kita dengarkan cerita orang-orang Rohingya Myanmar yang berhasil lari menyelamatkan diri tapi masih harus berjuang bertahan hidup di tempat penampungan sementara. Dari dalam Myanmar, kita akan mencari tahu mengapa orang Rohingya, sebagai salah satu dari banyak etnis minoritas di negara itu, tidak pernah diterima. Seorang jurnalis vokal India dibunuh; apa dampaknya terhadap kebebasan pers di negara demokrasi terbesar di dunia itu? Dan di Amerika Serikat, imigran tidak berdokumen menjadi pion politik Presiden Trump. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.