Program Tanggal 3 September 2016

Perang memerangi narkoba di Filipina telah menciptakan gelombang pembunuhan di luar pengadilan dan iklim pelanggaran hukum dan ketakutan.

Senin, 05 Sep 2016 10:26 WIB

Beberapa orang secara bercanda mengatakan Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte, seperti Donald Trump dari negara tropis.

Dia kasar, vokal dan kadang-kadang sangat menyinggung orang-orang yang tidak sependapat dengannya.

Tapi yang terjadi sekarang di sana jauh lebih serius. Perang memerangi narkoba itu telah menciptakan gelombang pembunuhan di luar pengadilan dan iklim pelanggaran hukum dan ketakutan. 

Ini adalah gema menakutkan dari masa-masa saat bekas Presiden Marcos berkuasa dan pemberlakuan darurat militer.

Kita juga akan melihat bagaimana kekuatan sebuah kata dalam pusaran politik di Myanmar, larangan minuman beralkohol di India yang kontroversial dan merasakan antusiame komunitas zine di Bandung. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Panggil Kabulog, Ini Pesan Jokowi

  • DPR RI Segera Bahas Perppu Ormas
  • BNPT Rekrut Anak Muda Tangkal Terorisme di Internet
  • Stoke City Targetkan Wimmer

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta