Kim Gee-yang. (Foto: Courtesy of Kim Gee-yang)

Kim Gee-yang. (Foto: Courtesy of Kim Gee-yang)

Korea Selatan memiliki jumlah pasien yang melakukan operasi plastik terbanyak di dunia.  

Selain ingin punya mata yang besar dan hidung yang tinggi, para perempuan negeri ginseng ini berharap punya tubuh ramping.

Tapi seorang model Korea Selatan terjun ke industri itu dengan caranya sendiri. 

Kita simak kisahnya yang disusun Jason Strother dari Seoul berikut ini.

Kim Gee-yang yang memakai korset dan rok kulit berwarna hitam berjalan dengan anggun.

Tingginya 166 cm dengan berat sekitar 70 kilogram. Dibandingkan kebanyakan perempuan Korea Selatan yang berusia 20an tahun, tubuh Kim lebih berisi.

Kim terjun ke dunia model setelah mengirim fotonya ke Full Figure Fashion Week tahun 2010 di Los Angeles. 

“Saat saya berada di LA, saya dianggap terlalu kurus sebagai model plus size. Tapi di Korea, saya dianggap perempuan gemuk,” aku Kim.

Orang Korea sangat menyukai operasi plastik karena ada tuntutan agar perempuan di sana punya tubuh yang kurus.

Kim mengatakan perempuan Korea seperti dia kesulitan menemukan pakaian yang cocok dengan ukuran tubuh mereka.

Apa pun yang ukurannya di atas 6 menurut ukuran Amerika atau 40 ukuran Eropa, dianggap berukuran plus di Korea Selatan.

“Saya merasa seperti orang asing di Korea. Orang yang punya tubuh berisi di Korea tidak tertarik aktif dalam kehidupan sosial atau jarang pergi berbelanja. Alasannya mereka tidak mau orang-orang memperhatikan mereka,” kata Kim.

Dan semua orang terus-menerus mengingatkan betapa gemuknya mereka kata Kim.

“Ibu saya selalu bilang kamu itu gemuk. Kamu harus kurangi berat badan. Saat bertemu teman, mereka juga mengatakan hal yang sama.”

Kim mengatakan awalnya orangtuanya tidak ingin dia menjadi model tapi kini mereka bangga dengan prestasinya.

Selain di LA, dia juga tampil di Miami dan Karibia. Kim pernah menjadi finalis dalam kontes foto untuk Benetton dan American Apparel.

Tapi masih belum ada majalah atau peragaan busana di Korea yang menawarinya  pekerjaannya.

Jadi, dia memulai majalahnya sendiri yang menampilkan model-model bertubuh berisi. Dia bilang, “Ya ini supaya saya punya pekerjaan.”

Saya bersama Kim pergi ke sebuah percetakan untuk menjemput majalahnya yang sudah selesai dicetak.

Majalahnya bernama 66/100. Ini adalah ukuran maksimum pakaian laki-laki dan perempuan yang dijual di toko-toko ritel di Korea. Sedangkan ukuran tubuh Kim adalah 88.

Di sampul depan majalah, Kim memegang sepotong kaki babi rebus dengan ujung jarinya yang terawat.

Gambar itu juga menghiasi halaman artikel yang berjudul Innocent Pleasure.

Kim menulis Anda tidak perlu merasa bersalah memakan apapun yang Anda suka.

Dia juga mengatakan Anda tidak perlu merasa malu dengan bentuk tubuh Anda. Moto majalahnya adalah No Matter What, You Are Beautiful, yang merujuk bagaimana pun bentuk tubuh Anda, Anda tetap cantik. 

Dan majalahnya telah menginspirasi perempuan lain di negara ini untuk memberikannya kesempatan menjadi model.

Lee Hyun-gyeong yang berusia 23 tahun tampil untuk toko pakaian online 66/100. Ukuran tubuhnya menurut ukuran Korea adalah 99.

Setahun lalu, Lee memenangkan kontes makeover dan mengaku dunia model mengubah hidupnya.

“Saya dulu takut difoto. Tubuh saya tampak besar dibandingkan orang lain. Karena itu wajah saya di foto terlihat sedih dan jelek. Tapi sekarang teman-teman dan keluarga mengatakan saya tampak jauh lebih bahagia dan tidak pernah tahu betapa cantiknya saya,” kata Lee.

Meski banyak yang mendukung majalah Kim Gee-yang, ada juga yang tidak suka. Dan komentar pedas pun bermunculan di dunia maya.

“Komentar-komentar itu membuat saya sangat marah.  Karena ini menyakiti orang-orang yang mendukung saya atau orang lain yang bertubuh besar,” jelas Kim.

Tapi Kim mengaku sudah berhasil mengatasi kemarahannya. “Saya simpan semua komentar itu dan memasukkannya di edisi ini. Anda bisa menemukannya. Mereka tidak bisa menyakiti saya lagi.”

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!