Asia Calling 29 April 2017

Families separated by Afghan-Pakistan border. The deafening din of Indian cities. Sex workers in Thailand taking control of their business. Indonesian teacher with cerebral palsy challenges stigma.

Sabtu, 29 Apr 2017 10:16 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}





Marriages between Afghan refugees and Pakistani women have been taking place for decades, but increasing friction between the two countries leaving families separated by a border.

In Indonesia, an inspiring teacher is challenging the stigma surrounding cerebral palsy.

We hear from the din of India’s deafening cities – some of the loudest cities in the world.

 And from Thailand, we meet sex workers who are in control, and showing that they can do it their way.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018