Rutan Kebanjiran, Ratusan Napi di Aceh Utara Dievakuasi

Dari pantauan KBR di lokasi Rutan Lhoksukon pada Senin malam, ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Sejumlah polisi dari satuan Brimob berjaga-jaga di lokasi.

Selasa, 05 Des 2017 14:58 WIB

Aparat TNI mengevakuasi korban banjir di depan Rutan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (5/12/2017). (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Aceh Utara – Banjir yang menggenang Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sejak Jumat (1/12/2017) lalu ternyata juga merendam bangunan Rumah Tahanan (Rutan) di Lhoksukon, Aceh Utara. 

Sedikitnya 385 narapidana di Rutan Lhoksukon terdampak banjir dan kemungkinan harus dipindahkan ke rumah tahanan lain.

Kepala Rutan Lhoksukon, Yusnal mengatakan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memindahkan warga binaan tersebut. Rencana pemindahan itu sempat ditolak napi karena merasa bakal berjauhan dari keluarga.

"Ini sedang diantisipasi dulu, sebab kemarin mau dipindahkan ternyata airnya mulai agak surut. Tapi begitu ada banjir terus koordinasi untuk pemindahan. Pokoknya lihat keadaan. Ketinggian air di halaman rutan sudah mencapai tiga anak tangga lantai, atau sekitar satu meter. Tapi kalau di dalam masih jauh, alias belum tembus ke dalam. Kalau memang dipindahkan nanti akan kami pindahkan ke Rumah Tahanan terdekat di Aceh Timur, Kota Langsa dan Kuala Simpang Aceh Tamiang," kata Yusnal kepada KBR, Senin (4/12/2017) malam.

Yusnal mengatakan sebetulnya ada rutan lain yang lokasinya cukup dekat dari Lhoksukon yaitu di Lhokseumawe, namun rutan tersebut sudah kelebihan kapasitas. Karena itu ia mempertimbangkan untuk memindahkan ke rutan di kabupaten lain.

Dari pantauan KBR di lokasi Rutan Lhoksukon pada Senin malam, ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Sejumlah polisi dari satuan Brimob berjaga-jaga di lokasi.

Baca juga:


Polsek Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, terendam banjir, Selasa (5/12/2017). (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin) 

Tanggap Darurat 14 hari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir bandang selama 14 hari. Tanggap darurat diberlakukan menyusul besarnya dampak peristiwa bencana alam tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Aceh Utara, Kharuddin mengatakan BPBD mengerahkan seluruh armada perahu karet yang dimiliki BPBD maupun TNI/Polri untuk melakukan misi penyelamatan korban di lokasi bencana.

"Kami sudah membuat surat pernyataan darurat bencana dan statusnya tanggap darurat bencana banjir sampai 14 hari ke depan. Waktu itu perkiraan sementara dan bisa diperpanjang sampai nanti masa transisi statusnya," kata Khairuddin kepada KBR, Senin (4/12/2017).

Khairuddin mengatakan proses evakuasi warga banjir terkendala minimnya armada perahu karet, terutama untuk menangani warga yang terjebak banjir di kawasan pedalaman. 

Banjir di Aceh Utara melanda 19 kecamatan pada Jumat lalu yang terus meluas hingga 23 kecamatan pada awal pekan ini. Ketinggian air bervariasi antara setengah meter hingga 1,5 meter.

Banjir melanda 23 kecamatan antara lain Matangkuli, Pirak Timu, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Tanah Jambo Aye, Samudera, Kuta Makmur, Tanah Luas, Langkahan, Lhoksukon, Sawang, Muara Batu, Geureudong Pase, Simpang Kramat, Lapang, dan Nisam Antara, Dewantara, Paya Bakong, Banda Baro, dan Kecamatan Cot Girek. 

Dari pantauan di lapangan, ketinggian banjir di Aceh Utara bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1,5 meter. BPBD bersama tim SAR, TNI/Polri dan relawan masih terus mengevakuasi warga di titik-titik banjir.

Banjir di wilayah Aceh Utara terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan perbatasan di atas pegunungan Kabupaten Bener Meriah. Akibatnya, beberapa sungai di Aceh Utara, meluap. 

Ribuan pelajar yang tersebar di empat kecamatan wilayah Kabupaten Aceh Utara, gagal mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS). Mereka, tak dapat mengikuti ujian tersebut setelah banjir bandang merendam gedung sekolah, meliputi Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, Matangkuli, dan Pirak Timu. Erwin Jalaluddin

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Kuasa Hukum Tak Bisa Janjikan Setnov Hadir di Sidang Tipikor Besok

  • Kakorlantas: Tim Pengkaji Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Bekerja
  • Disnaker Sulut: Perusahaan Jangan Lupa Bayar THR
  • Lakukan Percobaan Penyuapan, Ketua DPRD Halteng Ditahan