Mensos Khofifah Mulai Bagikan Santunan ke Korban Bencana di Pacitan

"Data yang masuk ke Kementerian Sosial, 15 orang meninggal dari bencana banjir dan longsor di Pacitan. Yang kami sudah sampaikan santunan kematian adalah 10 ahli waris."

Minggu, 03 Des 2017 19:52 WIB

Warga mencri korban hilang tertimbun longsor di Desa Klesem, Pacitan, Jawa Timur, Kamis (20/11). (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Surabaya - Kementerian Sosial memberikan santunan ke 10 keluarga korban bencana banjir dan longsor di Pacitan, Jawa Timur. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan, santunan sebesar Rp15 juta perorang itu akan diberikan ke masing-masing ahli waris.

"Data yang masuk ke Kementerian Sosial, 15 orang meninggal dari bencana banjir dan longsor di Pacitan. Yang kami sudah sampaikan santunan kematian adalah 10 ahli waris," jelas Khofifah di Surabaya, Minggu (3/11).

Sementara santunan bagi lima ahli waris korban lainnya, lanjut Khofifah, akan segera diserahkan. Menurutnya, kini Kemensos masih menunggu Surat Keputusan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan.

"Kami akan menunggu konfirmasi yang 15 sesuai dengan SK Pemkab Pacitan. Insyaallah tanggal 7 dan 8 Desember akan menyampaikan," kata Khofifah.

"Nominalnya sama, Rp15 juta untuk masing-masing ahli waris," lanjutnya.

Baca juga:
Badai siklon tropis Cempaka mengakibatkan banjir, longsor, dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di pulau Jawa dan Bali. Pacitan, menjadi salah satu daerah dengan dampak paling parah selain Wonogiri, Yogyakarta, dan Ponorogo. Berdasarkan catatan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor di Pacitan mengakibatkan 25 orang meninggal dan ribuan orang lainnya mengungsi.




Editor: Nurika Manan
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".