Bencana

BNPB menyatakan cuaca ekstrem dampak siklon tropis Cempaka ini menyebabkan bencana di 28 kabupaten/kota.

Kamis, 30 Nov 2017 05:43 WIB

Erupsi Gunung Agung, Bali.

Erupsi Gunung Agung terlihat dari Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)

Pemerintah Provinsi Yogyakarta mulai kemarin memberlakukan siaga darurat bencana hingga dua bulan mendatang. Sejak beberapa hari ini hujan deras mengguyur daerah istimewa itu. Akibatnya banjir dan longsor menimpa sejumlah kabupaten/kota. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat di provinsi ini bencana dari banjir, longsor sampai angin puting beliung terjadi hampir di 300 lokasi.

Tercatat 3 warga tewas.Bencana serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten/kota di pulau Jawa dan Bali. BNPB menyatakan cuaca ekstrem dampak siklon tropis Cempaka ini menyebabkan bencana di 28 kabupaten/kota. Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menjadi yang terparah dengan jumlah korban mencapai 11 jiwa. Bencana tak hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa, ribuan orang mengungsi, ribuan rumah dan ribuan hektar lahan pertanian rusak. Kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah.

Pemerintah Pusat menyiapkan hampir 300 ribu ton beras untuk daerah yang tengah menghadapi bencana. Beras cadangan itu juga disiapkan bagi pengungsi akibat erupsi gunung Agung di Bali dan gunung Sinabung di Sumatera Utara. Untuk sementara pemerintah memfokuskan bantuan logistik bagi pengungsi. Uang santunan juga disiapkan bagi warga yang meninggal atau luka akibat bencana. Bencana bisa datang kapan saja. Apalagi hampir seluruh provinsi rawan bencana.

Pemetaan yang dilakukan BNPB menunjukkan setidaknya 150 juta warga tercatat tinggal di kawasan padat yang rawan terjadi bencana. Itu sebab antisipasi perlu dilakukan jauh hari untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Warga juga pemerintah setempat perlu mendapat pengetahuan tanggap bencana. Tentu agar tak sampai jatuh korban jiwa, juga harta benda.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.