Usai Menjabat Gubernur 122 Hari, Djarot: Tugas Partai Menunggu

Masa jabatan Djarot Saiful Hidayat akan berakhir 15 Oktober 2017 pukul 00.00 WIB, atau sehari sebelum pelantikan pasangan gubernur terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada 16 Oktober 2017.

Jumat, 13 Okt 2017 14:58 WIB

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menemui warga di Balaikota Jakarta, Jumat (13/10/2017). (Foto: KBR/Winna Wijaya)

KBR, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengaku belum pernah mengambil cuti libur selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Djarot dilantik sebagai Gubernur menggantikan Basuki Tjahaja Purnama pada 15 Juni 2017. Masa jabatannya akan berakhir 15 Oktober 2017 pukul 00.00 WIB, atau sehari sebelum pelantikan pasangan gubernur terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada 16 Oktober 2017. 

Untuk mengisi kekosongan pemerintahan sehari sebelum pelantikan, Kementerian Dalam Negeri menunjuk Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saifullah sebagai Pelaksana Harian (PlH) Gubernur DKI.

Usai menjabat gubernur dalam waktu 122 hari atau sekitar empat bulan, Djarot berencana liburan dengan keluarga. 

"Nggak ngganggur sih. Saya justru mau refreshing. Saya belum pernah keluar kota, ambil cuti bersama anak-istri, belum pernah. Saya mau rekreasi, anak-anak ingin ke Labuan Bajo," kata Djarot di Pendapa Balai Kota, Jakarta, Jumat (13/10/2017). 

Usai jabatannya berakhir, Djarot masih memiliki rencana melanjutkan kiprahnya sebagai Politikus PDIP. 

"Saya akan tetap mengabdikan tenaga, pikiran, apapun itu kebaikan kepada masyarakat. Pasti. Saya ini seorang politisi. Dan akan menekuni sebagai politisi. Saya aktif di partai, dan tugasnya cukup berat terutama tahun 2018 untuk konsolidasi," tambah Djarot.

Ditanya mengenai tugas apa yang belum selesai selama masa kepemimpinannya, Djarot mengaku banyak pekerjaan yang belum selesai tanpa menjelaskan detailnya. 

"Itu ttugas-tugas oleh sekretariat dipisahkan mana yang harus dilanjutkan, dan mana yang harus ditunda," kata Djarot.

Hari ini, Djarot mengatakan akan menyelesaikan berbagai surat yang belum selesai ditangani. Sedangkan, hari Sabtu (14/10/2017), Djarot berencana membereskan rumah dinas, karena pada Sabtu malam ia sudah tidak lagi menempati rumah dinas. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi