Cegah Terorisme Lintas Negara, 3 Negara Gelar Patroli Bersama

Patroli 3 negara dilakukan untuk cegah teroris ke Marawi Filipina

Jumat, 13 Okt 2017 19:45 WIB

Seorang tentara pemerintah berjaga di depan bangunan dan rumah rusak saat pasukan melanjutkan penyerangan mereka pada hari ke-105 operasi pembersihan terhadap pro militan Islamic State yang mengontrol sebagian besar kota Marawi, Filipina, Senin (4/9). (F

KBR- Jakarta- Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu menyatakan, pengungsi Rohingya dari Myanmar berpotensi bergabung dengan kelompok teroris jika tidak ditangani dengan baik. Menurut Ryamizard, hal ini menjadi perhatian Indonesia, Malaysia dan Filipina dalam kerjasama trilateral menghadapi kelompok teroris yang terkonsentrasi di Filipina Selatan.

"Jangan main-main dengan Rohingya. Kalau tidak ditangani bisa bergabung ke sana bakal celaka. Tambah berapa ribu juga bakal susah. Bagi mereka daripada dua-tiga hari tidak makan mendingan mati aja masuk surga. Kalau dibiarkan mereka mau kemana lagi? Pasti ke sana orang lagi bingung di sana-sini tidak diterima. Tinggal dikasih mereka bakal lari ke sana. Itu logikanya," kata Ryamizard di kantornya, Jumat (13/10/17).

Ryamizard menjelaskan, tiga negara sepakat bekerjasama dalam memperkuat pertahanan darat, laut dan udara agar kelompok teroris dari Filipina Selatan tidak menyebar negara lain. Ketiga negara telah meluncurkan patroli laut trilateral dan patroli udara trilateral. Sementara patroli darat trilateral rencananya akan diluncurkan pada 20 Oktober mendatang di Filipina.

"Jadi lengkaplah darat, laut dan udara," ujarnya.

Menurut Ryamizard, kelompok teroris dari Filipina Selatan, khususnya Marawi, berpotensi besar untuk berkembang. Selain mendorong mereka untuk tetap terkonsentrasi, tiga negara juga akan mencegah anggota mereka di Timur Tengah kembali ke Filipina Selatan

"Pertama adalah kembalinya mereka dari Timur Tengah harus dicegah," kata Ryamizard.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Vaksinasi Ulang Difteri, Kemenkes Prioritaskan Daerah Lokasi Asian Games

  • 3 Warga Situbondo Terjangkit Difteri
  • Pengungsi Banjir Aceh Utara Krisis Obat-obatan
  • Pemprov Jakarta Akan keluarkan Pergub Untuk Tanggul Jakarta

Indonesia kini juga menjadi role model dalam hal pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak