Alquran, Daun Lontar, Bogor

KBR68H, Bogor – Alquran umumnya biasa kita lihat terbuat dari kertas dan berukuran seperti buku. Tetapi di Bogor, Jawa Barat, ada Alquran yang bisa dibilang memiliki umur ratusan tahun dan terbuat dari daun lontar dan memiliki ukuran 60x50 centimeter.

Tulisan Arab-nya pun terlihat diukir di daun lontar tersebut dan memiliki aroma yang wangi. Alquran ini sekarang dititipkan sementara di Pondok Pesantren Darrul Fikri Andalusi, Tamansari, Kabupaten Bogor untuk segera dilakukan kajian.

Pemimpin Pondok Pesantren Darrul Fikri, Cucun Suna Nasai mengatakan, belum bisa diketahui secara pasti umur dari Alquran yang dititipkan dari seorang ulama di wilayah Empang, Kota Bogor ini. Sang ulama tersebut memberikan Alquran itu saat melakukan istigosah di pesantrennya. Ia menerangkan, daun lontar yang digunakan untuk Alquran ini diperkirakan memiliki usia ratusan tahun. Selain itu, tulisan arab kuno juga tertera di Alquran ini. Namun ia memastikan jika secara lafadz, ini sama dengan Alquran pada umumnya. Tetapi hanya khot atau tulisannya saja yang berbeda.

“Ini terbuat dari daun lontar yang basah dulu, tidak pakai tinta dan langsung ditulis, mungkin dengan harupat. Kalau secara lafadz Alqurannya sama, kalau khotnya atau tulisannya berbeda. Semacam tulisan asli dulu yah, seperti mashab Imam Usman yang sekarang di dunia ini masih ada fotokopi aslinya. Yang pertama ada di Museum Istambul, kedua di Museum Rusia dan ketiga ada di Museum London yang dulu pernah dipamerkan dalam festival Islam,” kata Cucun Suna Nasai saat ditemui KBR68H di kediamannya.

Cucun menambahkan, meski belum ada penelitian pasti tentang umur Alquran ini, ia memastikan ini bisa dikatakan sebagai Alquran tertua yang ada di Bogor.

Sementara itu, pihak pesantren berencana akan berkoordinasi dengan MUI Kabupaten dan segera membentuk tim untuk melakukan kajian terhadap Alquran ini. Penjagaan ketat dari Polsek Tamansari pun terlihat agar Alquran yang memiliki umur ratusan tahun ini tidak menjadi buruan kolektor barang langka.

Editor: Anto Sidharta


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!