Pemain Timnas U-22 Kecewa PSSI Hapus Regulasi Pemain Muda Liga 1

"Mau tidak mau kami harus bersaing dengan pemain senior," kata pemain timnas U-22, Kurniawan Kartika Ajie.

Senin, 04 Sep 2017 20:48 WIB

Pemain timnas U22 dan Persiba Balikpapan, Kurniawan Kartika Ajie. (Foto: KBR/Teddy Rumengan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Balikpapan – Kiper tim sepakbola nasional U-22 Kurniawan Kartika Ajie kecewa dengan keputusan induk sepakbola Indonesia PSSI yang menghapus regulasi pemain U-23 di sisa putaran kedua kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka 2017.

Pemain yang tampil di SEA Games Malaysia 2017 itu mengatakan, penghapusan regulasi tersebut sama saja dengan mematikan karir pesepakbola usia muda. Padahal, kata Kurniawan, pemain muda butuh lebih banyak waktu untuk bermain dan menambah pengalaman untuk mengasah dan mematangkankan kemampuan di kompetisi.

Dengan dihapusnya regulasi itu, Kurniawan yang kini memperkuat Persiba Balikpapan itu menduga pelatih klub sepakbola peserta kompetisi Liga 1 akan mengutamakan pemain senior ketimbang pemain muda.

"Awalnya sudah diberitahu bahwa pada putaran kedua Liga 1 ini regulasi pemain muda tetap berjalan. Tetapi, PSSI mengubah lagi, menghapus lagi regulasi itu. Mau tidak mau kami harus bersaing dengan pemain senior," kata Kurniawan Kartika Ajie, Senin (4/9/2017).

Tanggapan senada dilontarkan bekas pemain sayap tim sepakbola nasional U-19 Maldini Pali. Maldini mengatakan karena adanya penghapusan regulasi itu, kini pemain muda harus lebih giat berlatih dan bersaing dengan pemain senior untuk mendapat kesempatan tampil di pertandingan.

Di awal kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka 2017, PSSI menerapkan regulasi bahwa setiap klub wajib memainkan tiga pemain usia di bawah 23 tahun (Under-23) sejak menit pertama. Namun regulasi itu kemudian dihentikan pasca SEA Games 2017.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut