Mengingat Munir dari Orang yang Tak Kenal Munir

Efi tak kenal Munir, tapi terinspirasi semangatnya.

Kamis, 08 Sep 2016 21:55 WIB

KBR, Jakarta - “Sosok Munir sangat inspiratif bagiku dan banyak orang,” kata Efi Sri Handayani.

Meski tak pernah secara personal kenal Munir, Efi menciptakan komik ‘Mengingat Munir’ ini sebagai bagian dari peringatan #12TahunMunir. “Komik jadi salah satu cara merespons cepat isu-isu yang belakangan banyak muncul di timeline media sosial,” jelasnya.

“Aku ingin kontribusi dari apa yang aku bisa dengan pendekatan yang lebih populer. Targetnya memang anak muda supaya lebih peduli dengan isu pelanggaran HAM.”

Isu HAM memang cukup dekat dengan keseharian Efi. Jebolan Institut Kesenian Jakarta ini sebelumnya ikut terlibat dalam Belok Kiri Fest sekaligus aktif mendukung aksi warga Kendeng menolak pendirian Pabrik Semen dan penambangan karst di Pegunungan Kendeng Utara.

Baca juga: Belok Kiri Festival Bukan Ancaman

Baca juga: Pemerintah Tetap Harus Hentikan Pembangunan Pabrik Semen

Perempuan kelahiran 1992 ini baru berusia 12 tahun ketika Munir tewas diracun di udara pada 2004 silam. “Aku  hanya tahu Munir dari media sosial dan buku-buku. Tapi aku mengenal semangat Munir dari kawan-kawan yang sampai hari ini masih memperjuangkan keadilan,” kata Efi.

Efi berencana terus membuat komik tentang Munir ini sepanjang bulan September, diunggah ke media sosialnya. “Yang membuatku tertarik adalah di balik sosok Munir yang begitu keras dan lantang memperjuangkan HAM, beliau juga memiliki kehidupan yang sederhana seperti orang pada umumnya.”

Munir Said Thalib adalah aktivis HAM yang tewas dibunuh dengan racun arsenik saat berada di pesawat Garuda Indonesia, dalam perjalanan menuju Amsterdam. Simak laporan khusus KBR soal #12TahunMunir di sini .  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing