Seleksi Hakim MK, Jaksa Agung Telusuri Rekam Jejak 9 Calon

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan saat ini timnya tengah meneliti rekam jejak para calon hakim Mahakamah Konstitusi (MK).

Kamis, 12 Jul 2018 18:25 WIB

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan saat ini timnya tengah meneliti rekam jejak para calon hakim Mahakamah Konstitusi (MK). Menurut Prasetyo, penelusuran rekam jejak sembilan calon hakim konsitusi itu atas permintaan Panitia Seleksi (Pansel).

"Jadi memang ada permintaan dari Pansel, untuk meminta informasi tentang rekam jejak dari para calon hakim MK ini. Kami sedang melakukan pendalaman, kami akan cermati," ujar Prasetyo kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Kamis (12/7/2018).

"Saya selalu sampaikan kepada teman-teman saya ini yang punya kapasitas untuk melakukan penelitian pendalaman, saya katakan teliti sebelum dipenuhi. Jadi kita tidak salah saat memberikan rekomendasi. Sementara rekomendasi yang kita berikan bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya.

Ia memastikan, penyelidikan rekam jejak itu akan dilakukan secara maksimal dan ketat. Sehingga, menghasilkan calon yang terbaik. Kata dia, sembilan calon yang kini ada telah memenuhi sejumlah aspek sehingga tinggal memasuki tahap penilaian akhir terkait rekam jejak korupsi.

Sebelumnya anggota Panitia Seleksi (Pansel) calon hakim Mahkamah Konstitusi juga menemui pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/7/2018) lalu. Lembaga antirasuah itu juga diminta membantu menguliti rekam jejak para calon hakim konstitusi. Utamanya terkait kasus korupsi.

Pelbagai langkah tersebut dilakukan agar didapatkan pengganti Maria Farida Indrati yang berintegritas dan mampu mengemban tugas dengan baik. Satu-satunya hakim perempuan di MK itu akan memasuki masa pensiunnya pada Agustus 2018.

Kesembilan calon hakim konstitusi itu antara lain Anna Erliyana, Enny Nurbaningsih, Hesti Armiwulan Sochmawardiah, Jantje Tjiptabudy, Lies Sulistiani, Ni'matul Huda, Ratna Lukito, Susi Dwi Harijanti, dan Taufiqqurohman Syahuri. Nama-nama itu sudah melewati tes tertulis dan akan melewati tahap selanjutnya.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Seberapa besar ketertarikan generasi milenial terhadap koperasi di Indonesia saat ini?