Seberapa Berbahaya Mikroplastik di Sekitar Kita?

Hasil riset yang dilakukan oleh media bersama peneliti dari University of Minnesota (AS) menunjukkan adanya kontaminasi plastik di air leding dan air tanah Jakarta dan sejumlah kota di Dunia.

Kamis, 05 Jul 2018 16:36 WIB

Beberapa waktu publik sempat dikejutkan dengan hasil riset yang dilakukan oleh media bersama peneliti dari University of Minnesota (AS) tentang adanya kontaminasi plastik di air leding dan air tanah Jakarta dan sejumlah kota dan kawasan lain di dunia. Kontaminasi itu berupa mikroplastik sebesar 6,5 mikrometer atau setara dengan ukuran sel darah merah manusia. Mikroplastik adalah partikel yang besarnya tidak lebih dari 1 milimeter dan berasal dari bahan baku plastik. Tapi bagiamana mikroplastik itu bisa mencemari air dan seberapa berbahaya mikroplastik bila masuk ke tubuh manusia? Akan dibahas dalam Ruang Publik KBR bersama Peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),Muhammad Reza Cordova dan enggagas komunitas Divers Clean Action, komunitas yang melakukan penyelaman untuk mengumpulkan sampah plastik di laut, Swietenia Puspa Lestari, Pada Jumat, 6 Juli 2018 Pukul 09.00 WIB.

Simak di 100 radio jaringan KBR dari Aceh hingga Papua, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di 89,2 Power FM, via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. Jangan lupa sertakan TAGAR RUANG PUBLIK KBR.

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Seberapa besar ketertarikan generasi milenial terhadap koperasi di Indonesia saat ini?