Kemarau, Hutan Lindung di Situbondo Terbakar

“Untuk penyebabnya saat ini masih dalam penyidikan, karena ketika ke TKP api sudah menyala."

Kamis, 05 Jul 2018 12:29 WIB

Satgas Kerhutlah BPBD Situbondo Jawa Timur, berupaya memadamkan kebakaran hutan jati di petak 44D di kawasan hutan lindungi terbatas milik perhutani Desa Katakan. (Foto: KBR/Hermawan)

KBR, Situbondo- Sekitar tiga hektar lebih hutan jati di kawasan Hutan Lindung terbatas petak 44 D milik perhutani, di Desa Klatakan, Situbondo, Jawa Timur, terbakar. Kepala Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Puriono mengatakan, kebakaran ini  dengan cepat meluas karena lahan yang terbakar  berupa hutan jati yang  juga ditumbuhi ilalang yang mengering.

Satgas kebakaran hutan dan lahan BPBD Situbondo bersama petugas Perhutani sempat kewalahan memadamkan api, karena disertai angin cukup kencang di lokasi kebakaran. Sehingga api dengan cepat melalap kawasan hutan jati tersebut.

Kata Puriono, lokasi  sangat sulit dijangkau oleh mobil pemadam, pemadaman dilakukan dengan menggunakan alat manual. Akibatnya api baru bisa dipadamkan sekitar 4 jam.

Kata puriono, beruntung  lokasi kebakaran jauh dari permukiman warga.

“Untuk penyebabnya saat ini masih dalam penyidikan, karena ketika ke TKP api sudah menyala. Untuk yang terbakar alhamdulillah jauh ke permukiman penduduk jadi untuk dampaknya kecil ke penduduk dan sangat jauh. Untuk dampaknya karena memang dampak kemarau karena daun-daun ranting yang banyak sudah kering di bawah itu,” kata Puriono,   Kamis (5/7/2018).

Kepala Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Puriono menambahkan  masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan jati ini. Apakah ada unsur kesengajaan atau terbakar secara alamiah akibat kemarau pajang.

Di Kabupaten Situbondo, pada musim kemarau panjang ini rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sebab kawasan yang terkenal dengan julukan Kota Santri ini  diapit dengan dua kawasan hutan.

Di kawasan timur Situbondo ada hutan Taman Nasional Baluran. Sedangkan kawasan Barat Situbondo ada hutan  Gunung Argapuro.

BPBD Situbondo  menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung roko sembarangan ketika masuk kawasan hutan dan lahan yang mudah terbakar di musim kemarau panjang seperti saat ini. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.