[Advertorial] Kemenkes Pekerjakan Perawat Musiman untuk Membantu Pelayanan Haji

Kondisi jemaah haji Indonesia sebagian besar berisiko tinggi, karena kategori lanjut usia atau menderita suatu penyakit

Kamis, 19 Jul 2018 14:27 WIB

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, mengingatkan agar cek kesehatan secara rutin penting dilakukan jauh sebelum hari keberangkatan ibadah haji. Terlebih kondisi jemaah haji Indonesia sebagian besar berisiko tinggi, karena kategori lanjut usia atau menderita suatu penyakit, seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan lain-lain.

“Artinya supaya pada waktu berangkat, keadaan kesehatan kita baik karena memang dijaga. Kalau ada penyakit yang ditemukan dan bisa diobati, kita tangani. Misalnya bagi penderita Hipertensi, itu kan bisa ditangani dengan (rutin minum) obat, nah kita minta obat ini jangan dibawa. Hal-hal seperti ini perlu diingatkan, karena seringkali obatnya ketinggalan atau ditinggal”, tutur Menkes Nila Moeloek, kepada sejumlah media usai meresmikan Gedung Pelayanan Terpadu, Gedung Instalasi Bedah Sentral, Instalasi Rawat Intensif (ICU) serta Landscape RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta, Sabtu (14/7).

Kemenkes juga mengirimkan tim preventif promotif yang akan senantiasa mengingatkan jamaah tentang kesehatannya. “Terutama bagaimana untuk menghadapi agar tidak heatstroke, karena kan (suhu) udara di sana kan tinggi, sekitar 50 derajat Celsius”, ujarnya.

Kemenkes juga mengirimkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang akan menindaklanjuti bila terjadi kegawatdaruratan, selain fasilitas pelayanan haji yang sudah ada di Arab Saudi yaitu Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ada di Jeddah, Mekkah dan Madinah. Karena beratnya tantangan di sana, Kemenkes juga mempekerjakan tenaga kesehatan musiman di Arab Saudi, terutama untuk Wukuf.

“Contohnya, nanti pada saat wukuf. Semua jamaah haji kan harus wukuf di Arafah. Kalau yang tergeletak di RS kan harus tetap membawa mereka ke Arafah. Kita bawa (jamaah sakit) naik bus, diposisikan satu-satu dibawa ke Arafah, lalu kembali ke RS, itu namanya Safari Wukuf”, imbuh Menkes. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.