Kini Transgender Bisa Kerja di Perusahaan Kereta Api India

Tersedia total 60 posisi bagi orang transgender - mulai dari bagian tiket hingga pemeliharaan.

Senin, 31 Jul 2017 08:10 WIB

Raga Ranjini (kiri) dan Sherin Antony (Kanan) di depan loket tiket kereta api di Kochi Kerala, India

Raga Ranjini (kiri) dan Sherin Antony (Kanan) di depan loket tiket kereta api di Kochi Kerala, India. (Foto: Kalpana Pradhan)

India punya jaringan kereta api yang sangat besar dan jangkauannya luas. Transportasi ini  menghubungkan orang-orang dan tempat di seluruh negeri.

Pada Juni lalu, jalur kereta api terbaru dibuka di kota pelabuhan barat daya, Kochi, Kerala. Tapi Perusahaan Kereta Api Kochi bukan hanya ingin memodernisasi transportasi di kota padat itu. Mereka ingin menyediakan peluang baru bagi komunitas transgender lokal.

Karena kereta api adalah tempat bertemunya masyarakat dari semua lapisan sehingga merupakan tempat yang berpotensi menghancurkan penghalang sosial dan stigma.

Kita simak laporan yang di susun koresponden Asia Calling KBR, Kalpana Pradhan, dari Kerala. 

Di stasiun Edapally di Kochi, Kerala, penumpang terlihat sangat antusias sementara para staf terlihat penuh perhatian. Layanan kereta api baru saja dibuka di kota pelabuhan yang ramai di pantai barat daya India ini. Dan ada kegembiraan khusus di sekitar loket tiket.

Dua dari empat petugas tiket di sini adalah transgender. Kantor Layanan Kereta Api Kerala adalah lembaga pemerintah pertama di India yang secara proaktif mempekerjakan orang transgender.

Raga Ranjini bercerita pekerjaannya di loket tiket telah membuat masyarakat lebih menghargai dia. 

”Ini adalah kehidupan yang sama sekali baru bagi saya. Tidak hanya untuk saya tapi juga seluruh komunitas kami. Kantor Layanan Kereta Api Kochi memberi kami kesempatan untuk membuktikan diri sebagai pekerja keras,” ungkap Raga.

Perusahaan Kereta Api Kochi menyediakan total 60 posisi bagi orang transgender - mulai dari bagian tiket hingga pemeliharaan. Pada bulan Juni, ada 23 staf transgender yang sudah mulai bekerja.

“Layanan Kereta Api Kochi tidak mau hanya sebagai proyek infrastruktur. Kami ingin menjadikannya proyek mata pencaharian dan tempat terjadinya inklusi sosial. Kami menyiapkan perjalanan khusus bagi para pekerja. Ini akan mengubah sikap negara karena kita tidak melihat proyek ini sebagai proyek transit,” jelas Reshmi C.R., manajer komunikasi di perusahaan itu.

Kebanyakan transgender di India menghadapi diskriminasi. 

Karena sempitnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan atau pendidikan formal, banyak yang terpaksa melakukan apa saja untuk bertahan hidup - mengemis di jalanan, menari di pesta pernikahan dan bahkan menjadi pekerjaan seks..

Sherin Antony adalah petugas kebersihan baru di stasiun Kochi. Dia bilang ini adalah perubahan yang sangat dinantinya. “Sebelum bekerja di sini, hidup saya sangat berat dan sulit. Dulu saya mengemis di dalam kereta api dan bus. Orang takut pada kami dan menghindari interaksi apa pun dengan kami,” kisah Sherin.

Reshmi mengatakan pekerjaan ini memberi orang transgender rasa hormat yang pantas mereka dapatkan. 

“Transgender tidak pernah dianggap perempuan yang buruk atau semacamnya. Memang mereka tidak diberi kesempatan tapi tidak pernah membawa nasib buruk,” kata Reshmi.

Di stasiun-stasiun Kerala juga diputar sebuah video baru. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang diskriminasi dan hak-hak komunitas transgender India.

Pada 2014, pengadilan tertinggi India memutuskan bahwa orang transgender punya hak yang sama berdasarkan hukum dan memberikan status hukum pada jenis kelamin ketiga.

Orang India transgender diberi hak untuk menikah dan mewarisi properti dan mereka berhak mendapatkan kuota dalam pekerjaan.

Pada 2015, Kerala menjadi negara bagian pertama di India yang menciptakan sebuah kebijakan yang secara khusus ditujukan untuk mengakhiri diskriminasi dan marginalisasi terhadap orang transgender.

Meski perjalanan masih panjang, tapi Sherin mengatakan inisiatif seperti ini membuat perbedaan besar.

“Sekarang saya sangat bahagia. Karyawan lain di layanan kereta api ini menghormati dan menghargai saya. Mereka tidak membeda-bedakan saya. Mereka berfoto bersama saya. Kami mendapat dukungan besar dari masyarakat umum,” kata Sherin.

Ada harapan kalau inisiatif ini akan diperluas ke sektor lain dan memberikan lebih banyak pelatihan, pekerjaan dan kesempatan bagi orang-orang transgender di Kerala.

Kembali ke kantor tiket, Raga Ranjini juga berharap pekerjaan barunya ini adalah permulaan. “Sekarang saya ingin menikah dan mengadopsi bayi. Perjalanan saya sudah cukup panjang tapi masa depan yang akan saya tempuh juga akan panjang.” 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim