Pengamat: Permen Kominfo soal Data Pribadi Tak Bertaji

Seharusnya peraturan tersebut berbentuk undang-undang yang mencantumkan ancaman hukuman pidana.

Rabu, 29 Jul 2015 10:05 WIB

Ilustrasi internet. Foto: Antara

KBR,Jakarta - Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang perlindungan data pribadi dinilai tidak akan berpengaruh banyak terhadap perlindungan privasi pengguna internet. 

Pengamat telematika Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan harusnya peraturan tersebut berbentuk undang-undang yang mencantumkan ancaman hukuman pidana. Sebab, Permen hanya mengatur sanksi administratif yang seringkali tidak dijalankan.

"Karena dari sisi hirarkinya itu hanya berbentuk Permen. Seringkali tumpul. Contohnya saat ada peraturan menteri tentang kewajiban operator telekomunikasi mendaftar soal pelanggan prabayar, itu tidak diimplementasikan," kata Wigrantoro kepada KBR (29/7/2015).

Akhir bulan depan, pemerintah menargetkan pengesahan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang perlindungan data pribadi. Substansi pokok perlindungan meliputi proses perolehan, pengolahan, penyimpanan, distribusi dan pemusnahan data. Ini menyusul banyaknya penyalahgunaan data pribadi pengguna internet oleh perusahaan telekomunikasi dan periklanan. 

Menurut Wigrantoro, banyaknya penyalahgunaan data pribadi tak lepas dari perilaku pengguna internet sendiri. Kata dia, masyarakat pengguna internet kerap kali terlalu mempublikasikan kebiasaan, sehingga data pribadi mereka terpublikasi kepada umum dan rawan disalahgunakan.  

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kendalikan Harga Beras, Bulog: Operasi Pasar Harus Terus Ditambah

  • Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Klaim Sudah Minta Impor Sejak Dua Bulan Lalu
  • Satgas Pangan Banyuwangi Akui Ada Kenaikan Harga Beras
  • Satu Juta Lebih Pengungsi Rohingya Tinggal di Bangladesh

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.