Mudik Lebaran 2018 Angka Kecelakaan Turun, Tito: Karena Program Pemerintah

"Lalulintas arus mudik pada tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya,"

Kamis, 14 Jun 2018 17:56 WIB

Kendaraan pemudik memperlambat laju kendaraannya saat melintasi jalur Pantura, di kawasan Simpang Jomin, Karawang, Jawa Barat, Rabu (13/6) malam. (Foto: Antara)

KBR,Jakarta- Kepala Kepolisian Republik Indnesia, Tito Karnavian mengatakan, turunnya angka kecelakaan pada mudik tahun ini menjadi indikator lancarnya program mudik yang dilakukan pemerintah. Penurunan angka kecelakaan setiap harinya mencapai 10-30 persen dibanding tahun lalu.

Bahkan untuk H-1 lebaran kata dia, angka kecelakaan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat turun hingga 30 persen.

"Jumlah kecelakaan lalulintas tahun ini menurun sebanyak 30 persen. Di periode yang sama di H-1 30 persen. Sehingga dengan indikator angka kecelakaan ini bahwa lalulintas arus mudik pada tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya," ujar Tito, setelah melakukan peninjauan udara, Kamis (14/06/2018).

Penurunan angka kecelakan pada tahun ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Di tahun 2017 terjadi penurunan sebanyak 30,4 prsen dibanding 2016 yakni sebanyak 4.551 kecelakaan menjadi 3.168 pada 2017.

Walau begitu Tito mengatakan lancarnya perjalanan mudik dan turunnya angka kecelakaan tidak lepas dari kerja pemerintah, yang memberi libur cukup panjang, dan banyaknya program mudik gratis sehingga masyarakat bisa bertahap melakukan mudik.

"Ya ini juga terjadi karena libur cukup panjang dari tanggal 11. Tapi ada yg sudah   dari tanggal 8,9,10. Jadi saat tanggal 11 yang kita perkirakan akan pada ternyata tidak, masyarakat juga jadi lebih santai untuk melakukan perjalanan, tinggal kita antisipasi arus baliknya saja, karena agak berdekatan." Ujar Tito.

Fasilitas Pemudik

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian mengatakan kurangnya fasilitas seperti rest area dan kamar mandi, menjadi faktor kepadatan di jalur Tol Cipali, Jawa Barat. Kata dia,  kepadatan   di ruas jalan tol lantaran banyak pemudik yang menepi untuk beristirahat atau sekadar buang air kecil di pinggir jalan.

"Persoalnnya adalah di Tol Cipali, kenapa rest area yang agak kurang. Rest area ini tempat orang capek dari Sumatera. Titik capeknya itu diperkirakan di Cipali itu masuk rest area, rest areanya jumlahnya kurang. Ditambah dengan fasilitas lain seperti toilet sementara ini juga kurang," ujar Tito kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Kamis (14/06/2018).

Tito mengatakan adanya penumpukan di tempat beristirahat tersebut membuat perputaran laju kendaraan para pemudik menjadi lebih lama. Selain antrean untuk istirahat dan buang air, penumpukan juga terjadi lantaran   banyak pemudik yang berbelanja makanan untuk berbuka puasa.

Kendati kepadatan yang terjadi di Cipali tidak seperti tahun lalu, kata Tito, menteri PUPR akan tetap menambah fasilitas toilet umum menjelang arus balik, hal itu dilakukan agar tidak ada penumpukan yang lebih parah lantaran waktu arus balik lebih pendek dan relatif serempak dibanding dengan arus mudik.

Selain Cipali, menurut Tito masih ada beberapa ruas Tol yang juga sempat terliat mengalami kepadatan di hari-hari puncak, seperti gerbang tol Kertasari, Tegal. Untuk mengurai kemacetan maka menteri PUPR, memberi kewenangan penuh kepada Kokorlantas untuk membebaskan biaya masuk tol kepada kendaraan yang berada di bagian depan sepanjang 3km.

"Kemacetan juga ada di Kertasari, tapi ada kebebasan dari pak menteri Basuki untuk membebaskan biaya tol pada kendaraan yang mengantre paling depan sepanjang 3 km, jika antrean sudah mencapai belasan kilometer. Juga ada di Kali Kuto, itu macet karena ada pembuatan jembatan, sehingga kemarin macet tapi mudah-mudahan nanti tidak lagi karena kita juga sudah gunakan contra flow." Ujar Tito.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang