Dusun Ini Bersolek Jadi Kampung Ekologi

“Penggagas awal bapak lurah, kemudian ide itu disalurkan ke RW, lalu sosialisasi ke masyarakat dan ide itu diterima,” ujar Herdi mengenang.

Senin, 18 Jun 2018 15:37 WIB

Dirancang pada 2016 dan diresmikan pada 29 Januari 2017, kampung ini memang nyaman dihuni. Hampir setiap pekarangan rumah ditanami sayuran organik. Kalaupun tidak, ditumbuhi bunga-bunga. Tak hanya itu, beberapa jalan di kampung ini juga sengaja tak disemen atau aspal. Tapi dengan batu alam, juga paving blok. 

“Penggagas awal bapak lurah, kemudian ide itu disalurkan ke RW, lalu sosialisasi ke masyarakat dan ide itu diterima,” ujar Herdi mengenang. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.