Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

Tumbuhnya intoleransi dan radikalisme itu, dinilai sebagai salah satu sumber munculnya berbagai diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas.

Rabu, 21 Jun 2017 15:00 WIB

Project Officer Wahid Foundation, Faiqoh.

Survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) pada 2010 hingga 2011 menunjukkan hampir 50 persen pelajar setuju dengan tindakan radikal. Tumbuhnya sikap intoleran dan radikal itu dinilai sebagai salah satu sumber munculnya berbagai diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Bagaimana cara membentengi anak muda terhadap radikalisme dan sikap inteloran? Simak obrolan bareng Project Officer Wahid Foundation, Faiqoh, bersama Hilbram Dunar dan Adit Insomnia di #KBRPagi, Rabu (21/06/2017).

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Anies Baswedan Terus Hindari Pertanyaan Soal Reklamasi

  • Diperiksa KPK, Menhub Budi Karya Dicecar 20 Pertanyaan
  • KPK Hibahkan Aset Sitaan Djoko Susilo ke Pemkot Solo
  • Meninggalnya Choirul Huda Jadi Sorotan Dua Kiper Klub Elit Eropa