Teror Bom di Surabaya, Ketua Muhammadiyah: Tindakan Biadab

"Muhammadiyah tidak mengharapkan adanya zona toleransi terhadap segala bentuk terorisme,"

Senin, 14 Mei 2018 17:48 WIB

Warga menyalakan lilin saat aksi lilin kebersamaan Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (Foto: Antara)

KBR, Yogyakarta- Organisasi kemasyarakatan  Muhammadiyah mengecam keras peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo.  Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan tindakan teror yang memakan korban jiwa dan menciptakan ketakukan adalah perbuatan zalim.

"Tindakan teroris, terorisme dan anarkisme serta kekerasan yang terjadi di Surabaya termasuk Sidoarjo, pagi ini di Mapolresta dimana tindakan bom bunuh diri makan korban 21 orang adalah tindakan yang oleh Muhammadiyah disebut kezaliman dan merusak di muka bumi. Tindakan ini termasuk tindakan biadab," kata Haedar di kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta, Senin (14/05/2018).

Muhammadiyah meminta pemerintah  dan kepolisian mengusut tuntas kasus tragis tersebut.

"Usut kasus itu secara tuntas, objektif dan transparan disertai penindakan secara seksama," lanjut Haedar.

Haedar Nashir menegaskan, tidak ada zona toleransi bagi terorisme di Indonesia. Seluruh masyarakat diminta waspada dan tidak membiarkan berkembangnya bibit terorisme.

"Apapun motif, siapapun pelaku dan apapun tujuannya. Muhammadiyah tidak mengharapkan adanya zona toleransi terhadap segala bentuk terorisme," ucapnya.

Serangkaian peristiwa pemboman terjadi di tanah air. Kasus terbaru adalah pengeboman tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi. Belum habis kekagetan masyarakat, bom kembali meledak di Sidoarjo pada Minggu malam dan disusul Mapolresta Surabaya pada Senin pagi. Serangkaian peristiwa teror itu mengakibatkan 17 orang kehilangan nyawa.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.