Warga Laporkan Pencemaran Pantai Sidodadi, Dinas Lingkungan Uji Sampel Air Laut

Kepala Desa Sumberwaru Sukindar khawatir, limbah yang mencemari laut akan berdampak pada berkurangnya tangkapan ikan nelayan di kawasan tersebut.

Kamis, 12 Apr 2018 14:56 WIB

Ilustrasi pencemaran air. (Foto: Lipi.go.id)

KBR, Situbondo - Sepanjang satu kilometer kawasan Pantai Sidodadi di Desa Sumberwaru, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur diduga tercemar limbah pabrik.

Hal tersebut menurut Kepala Desa Sumberwaru Sukindar ditunjukkan dengan kondisi pantai yang kotor dan warna air laut menjadi hijau. Menurutnya, perubahan itu terjadi sejak awal April 2018. Ia menduga, air laut di kawasan itu tercemar oleh limbah pengolahan ikan sidat yang tak jauh dari pantai. Karena itu bisa jadi kata dia, limbah bekas pengolahan langsung dibuang ke laut.

"Karena air itu tidak sesuai lagi bagi sidat atau ikan, atau udang. Berarti air itu kan tercemar, kalau tidak diganti kan mati (ikannya). Harus diganti, dibuang dikeluarkan dan diganti yang baru. Terus air (limbah) ini jangan langsung dibaung ke sungai dan ke laut. Ditandon dulu, dilakukan treatment supaya sesuai dengan baku mutu air laut yang ada," kata Sukindar di Situbondo, Kamis (12/4/2018).

Sukindar khawatir, limbah yang mencemari laut akan berdampak pada berkurangnya tangkapan ikan nelayan di kawasan tersebut. Sebab secara otomatis ikan–ikan di kawasan Pantai Sidodadi akan menjauh.

Selain itu, lanjut Sukindar, jika limbah pabrik itu dibiarkan maka juga berdampak pada sepinya pengunjung. Padahal Pantai Sidodadi akan dijadikan wisata andalan di Kabupaten Situbondo.

Baca juga:

Sukindar mengaku, bersama warga setempat sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo. Ia berharap, petugas dinas terkait segera menangani dugaan pencemaran limbah ini.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo Kholil mengatakan, sudah menerima laporan terkait pencemaran limbah di Pantai Sidodad. Menurutnya, dinas lingkungan sudah menurunkan tim ke lapangan untuk mengencek asal-muasal limbah yang dibuang ke laut tersebut. Ia juga akan memastikan apakah pelakunya benar perusahaan pengolahan ikan sidat atau tidak.

Menurut dia, jika terbukti limbah tersebut berasal dari bekas pengolahan ikan sidat yang sengaja dibuang ke laut. Kholil menyatakan, dinas lingkungan tak ragu menjatuhkan sanksi. Bentuknya bisa berupa surat teguran, bahkan hingga pencabutan izin usaha. Ia pun menambahkan, kini Dinas Lingkungan Hidup situbondo masih menguji sampel air yang diduga tercemar limbah.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.