Pertama Kali, Siswa Penghayat di Cilacap Ikuti USBN Pendidikan Kepercayaan

Tahun ini untuk pertama kalinya siswa penghayat kepercayaan melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tanpa menginduk ke agama lain. Di Cilacap, jumlah yang melaksanakan ujian ada lima siswa.

Senin, 16 Apr 2018 20:50 WIB

Ilustrasi: Seorang siswa dan pengampu atau guru penghayat kepercayaan di SMP 3 Gandrungmangu saat belajar di ruang UKS, September 2016. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Purwokerto – Sebanyak lima siswa penghayat kepercayaan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cilacap mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa (YME), Senin (16/4/2018). Dua di antaranya berasal dari SMP N 3 Gandrungmangu, Cilacap.

Kepala SMP Negeri 3 Gandrungmangu, Saleh mengatakan, total peserta USBN di sekolahnya sebanyak 190 siswa. Dia menjelaskan, sekolahnya total memiliki lima siswa penghayat kepercayaan. Mereka terdiri atas kelas 7, 8 dan 9. Namun, seorang di antaranya mengundurkan diri dan mengikuti pelajaran agama lain sehingga jumlah peserta ujian penghayat kepercayaan hanya 4 siswa. Tahun ini, dua di antaranya mengikuti USBN.

"Ada (total) 190 siswa. Yang kepercayaan ada dua siswa, yang Kristen ada satu. Pelaksanaannya hari ini. Siswa (penghayat) ada 4 kelas 7, 8, 9," kata Saleh, Senin (16/4/2018).

Dia pun menjelaskan, ruangan untuk menggarap USBN seluruh siswa pelbagai agama itu pun tak dipisah. Hanya saja, pada setiap ruangan yang ada penghayat kepercayaan atau agama selain Islam, soal ujian diletakkan pada bagian atas agar saat pembagian soal tak tercampur dengan soal agama lain.

Baca juga:

Sementara Sekretaris Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Cilacap, Muslam Hadiwiguna Putra mengatakan, total ada lima siswa SMP yang mengikuti USBN Mata Pelajaran Penghayat Kepercayaan pada 2018 ini. Selain dari SMP 3 Gandrungmangu, tiga siswa lainnya merupakan siswa SMP Negeri 2 Adipala dan SMP Negeri 1 Jeruklegi.

Selain di tingkat SMP, satu siswa penghayat kepercayaan juga sudah melakukan USBN pelajaran penghayat kepercayaan di SMA Negeri 1 Cilacap.

Muslam menambahkan, tahun ini adalah kali pertama siswa penghayat di Indonesia melakukan USBN pelajaran penghayat kepercayaan. Sebelumnya, siswa penghayat menginduk ke ujian agama lain. Layanan pendidikan kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa diatur melalui Peraturan  Menteri (Permen) Nomor 27 tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan (YME).

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.