Cegah Kebocoran Retribusi, Solo Terapkan Parkir Elektronik

Terkait kebijakan ini, Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo menyatakan, sistem parkir ini tidak akan mengurangi jumlah tenaga juru parkir.

Sabtu, 25 Apr 2015 18:48 WIB

Parkir

Petugas parkir di Solo memperlihatkan alat yang dipakai untuk sistem parkir elektronik. Foto: Yudha Satriawan

KBR, Solo – Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, mulai menerapkan sistem parkir elektronik. Penggunaan parkir elektronik ini diharapkan bisa menghindari kebocoran retribusi.

Terkait kebijakan ini, Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo menyatakan, sistem parkir ini tidak akan mengurangi jumlah tenaga juru parkir.

“Parkir itu harus dilakukan pengawasan, semua kan inginnya berjalan baik. Namun, temen-temen juru parkir tidak akan kehilangan pekerjaan. Kalau kita buatkan atau beli alat yang bagus, tinggal sret langsung keluar rincian biaya parkirnya dan dilakukan di lokasi itu juga,” jelas  Hadi Rudyatmo di Solo, Sabtu (25/4/2015).

Melalui mekanisme itu akan menciptakan transparansi dalam pengelolaan restribus parkir.

“Berapa retribusi parkir yang masuk dan segala sesuatunya akan terekam secara data. Bukan secara karcis yang bisa dipakai berulang kali. Semua terekam secara detail. Dengan sistem parkir elektronik ini akan kelihatan jelas uang retribusi parkir yang masuk sekian, saya kasihan dengan juru parkir yang sering kena protes warga karena menggunakan model karcis,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Solo melakukan uji coba parkir elektronik yang digunakan sejumlah juru parkir. Sistem parkir elektronik ini sudah didesain untuk menerapkan sistem parkir progresif atau pertambahan biaya parkir sesuai jenis kendaraan, zona parkir,  dan jangka waktu parkir.

Parkir elektronik membutuhkan sebuah alat printer portable yang disambungkan ke telepon seluler jenis android yang sudah dilengkapi aplikasi tentang parkir.  Satu set alat tersebut seharga Rp6 juta.

Editor: Anto Sidharta 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

RSUD Agats Kabupaten Asmat Tak Mampu Tampung Pasien Gizi Buruk

  • Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru Dimulai Akhir 2018
  • PM Selandia Baru Hamil Anak Pertama
  • Catatan Tak Terkalahkan Barcelona Terhenti

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.