STIP Jakarta Utara Pecat Pelaku Penganiayaan

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran STIP Jakarta Utara bakal mengeluarkan mahasiswa pelaku penganiayaan.

Senin, 28 Apr 2014 10:47 WIB

Penganiayaan Sekolah, STIP Jakarta Utara, Pelayaran, Dimas

KBR68H, Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran STIP Jakarta Utara bakal mengeluarkan mahasiswa pelaku penganiayaan. Sebelumnya, seorang mahasiswa tewas akibat dianiaya beberapa orang seniornya. Juru bicara Kementerian Perhubungan, J. A. Barata mengatakan, langkah ini adalah konsekuensi dari kontrak tata tertib yang mereka langgar. Sejak awal taruna masuk di STIP, mereka telah menandatangani kontrak tata tertib yang harus ditaati.


“Kondisinya memang jauh dari jangkauan kita yang cuma lingkungan kampus. Kita tidak menduga hal ini akan terjadi, apalagi terjadinya pada kumpulan orang-orang yang sama asalnya. Mereka itu antara yang senior dan junior, ada yang hubungan saudara. Jika ada penyebab yang bersumber dari kampus, akan kita pelajari, apa yang menjadi pemicu," jelas J. A. Barata dalam Program Sarapan Pagi KBR68H.


Seorang mahasiswa bernama Dimas dan enam temannya dianiaya delapan orang seniornya di sebuah rumah kost disekitar Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Dimas tewas, sementara keenam rekannya luka-luka. Jenazah Dimas kemudian dipulangkan dan dimakamkan di Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga berencana mengajukan gugatan hukum kepada pihak kampus.(Baca: Keluarga Korban Kekerasan STIP Ajukan Tuntutan Hukum)


Editor: Sutami

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.