[Advertorial] Mendag Lepas Ekspor Perdana Produk Nugget Ayam Ke Jepang

Pada tahun 2016, Belfoods mendapatkan sertifikasi kelayakan untuk melakukan ekspor. Setelah itu, belfoods mulai aktif dalam mengikuti pameran ke Jepang

Jumat, 23 Mar 2018 14:46 WIB

Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pelepasan eskpor perdana produk nugget ayam ke jepang pada Kamis, 22 Maret 2018 kemarin. Produk nugget sebanyak satu Kontainer hasil produksi PT Belfoods Indonesia (Belfoods), anak perusahaan PT Sierad Produce Tbk. dari Gunung Sewu Group itu berhasil menembus pasar negeri Sakura. 

Belfoods merupakan salah satu perusahaan makanan olahan berbasis unggas di Indonesia. Pada tahun 2016, Belfoods mendapatkan sertifikasi kelayakan untuk melakukan ekspor. Setelah itu, belfoods mulai aktif dalam mengikuti pameran ke Jepang. Keberhasilan Belfoods dalam melakukan ekspor perdana ini juga tak lepas dari dukungan penuh kedutaan besar RI di Tokyo. Enggartiasto Lukita selaku mendag mengatakan bahwa ekspor ini menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia yang menandai pencapaian pengembangan pasar ke luar negeri. Terutama Jepang, yang terkenal ketat atas standar kualitas yang mereka terapkan. “Hal ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk mulai memajukan industri ayam olahan Indonesia ke pasar internasional. Jika produk nugget ayam Indonesia dapat masuk ke Jepang, nantinya akan lebih mudah untuk masuk ke negara lain.” tegas Enggartiasto.


Jepang sendiri dipilih sebagai tujuan ekspor produk nugget ayam karena memiliki potensi pasar yang sangat besar. Konsumsi produk makanan olahan berbasis unggas di Jepang mencapai USD 2 miliar per tahunnya. Sementara itu, CEO PT Sierad Produce Tbk., Tommy Wattimena, optimis cita rasa Belfoods dapat diterima, mengingat Belfoods pernah melakukan tes pasar beberapa kali ke Jepang. “Belfoods akan tetap fokus pada pasar dalam negeri dan akan terus mempertahankan kualitas mutu sesuia standar ekspor sehingga pasar ekspor bisa berkembang pesat.” jelasnya.

Mendag juga mengajak para eksportir dan calon eksportir ayam olahan Indonesia agar bersama-sama melakukan pembinaan dengan peternak lokal. “Dengan demikian, ekspor tidak hanya meningkatkan devisa nasional, tetapi juga meningkatkan taraf hidup peternak Indonesia.” tak hanya itu, hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyukseskan program hilirasi nasional dan peningkatan ekspor bernilai tambah. Sejalan dengna mandat Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Perdagangan, yaitu meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.