[Advertorial] Batik Bantengan Membawa Anjani Raih Apresiasi SATU Indonesia Awards

Sekitar 58 anak meluangkan waktunya untuk belajar membatik di sanggar Andaka, dan mampu menghasilkan 45 lembar batik per bulan

Jumat, 23 Mar 2018 10:56 WIB

Bermula dari impian untuk melestarikan kebudayaan lokal, Anjani Sekar Arum mendirikan sanggar dan galeri batik Andaka di kota berhawa dingin, Batu, Malang, Jawa Timur. Didirikan pada Agustus 2014, wanita 26 tahun ini mendesain sendiri berbagai motif kain dengan menyuguhkan corak batik dengan motif bantengan, khas Batu.

Anjani berhasil menarik minak anak-anak di tempat tinggalnya untuk belajar menjadi pembatik. Sekitar 58 anak meluangkan waktunya untuk belajar membatik di sanggar Andaka, dan mampu menghasilkan 45 lembar batik per bulan. Melalui kegiatan positif ini, Anjani bukan hanya melestarikan kebudayaan lokal, tetapi juga berhasil menularkan keahlian untuk generasi muda di daerahnya.


Dari inisiatif melestarikan Batik Bantengan ini, Anjani Sekar Arum berhasil menjadi salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, sebuah program yang diinisiasi PT Astra International Tbk untuk menjaring anak-anak muda Indonesia yang memiliki kegiatan pemberdayaan di sekitarnya mulai dari ujung timur hingga barat Nusantara.

Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2010, untuk ke-9 kalinya Astra kembali meluncurkan program SATU Indonesia Award. Dengan menghadirkan penerima apresiasi 2017 kategori kewirausahaan Anjani, Kick-Off SATU Indonesia Awards juga menghadirkan juri SATU Indonesia Awards sekaligus pakar teknologi informasi Onno W Purbo dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Prof. Fasli Jalal.

“Pelaksanaan SATU Indonesia Awards merupakan komitmen Astra dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan Indonesia. Kami ingin SATU Indonesia Awards dikenal sebagai program yang dapat memberi harapan dalam memunculkan generasi muda yang potensial, kreatif dan mampu melakukan perubahan,” ujar Chief of Corporate Communications, Social Rsponsibility and Security PT  Astra International Tbk Pongki Pamungkas saat membuka Kicck-Off SATU Indonesia Awards.

Satu Indonesia Awards

Program tahunan SATU Indonesia Awards diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Melalui program ini, Astra memberikan bantuan dana kegiatan masing-masing senilai Rp 60 juta dan pembinaan kegiatan kepada para pemerima apresiasi SATU Indonesia Awards.

Mereka yang terpilih menjadi penerima SATU Indonesia Awards adalah mereka yang memenuhi beberapa persyaratan. Informasi syarat dan pendaftaran dapat dilihat melalui www.satu-indonesia.com  mulai 22 Maret hingga 22 Agustus 2018.

Kini terdapat 46 orang penerima apresiasi SATU Indonesia Awards nasional dan 75 orang penerima apresiasi tingkat provinsi yang telah berkarya dalam berbagai kategori kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Wirausaha, Teknologi, dan Kelompok.

Dewan juri SATU Indonesia Awards 2018 terdiri atas Prof. Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia), Prof. Nila Moeloek (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), Prof. Fasli Jalal (Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta), Ir. Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Onno W Purbo Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi) dan juri tamu CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang