Ini yang Akan Diminta Komnas HAM dari Arsip Rahasia Amerika

Detail dokumen apa saja yang akan diminta itu akan terlebih dulu dibicarakan dalam rapat paripurna Komnas HAM pada pertengahan bulan ini.

Minggu, 12 Mar 2017 23:00 WIB

Ilustrasi: Aksi menuntut penuntasan pelanggaran HAM 1965/1966. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta - Komnas HAM berencana mengajukan permintaan resmi ke Pemerintah Amerika Serikat untuk membuka arsip rahasia negara tersebut. Terutama yang berkaitan dengan peristiwa pada 1948 dan tragedi 1965/1966.

Anggota Komnas HAM Nur Khoiron mengatakan, dokumen yang diminta salah satunya mengenai relasi politik Amerika dan Indonesia pada tahun-tahun itu. Berbekal informasi itu, diharapkan bisa menambah data dan mampu mengurai akar permasalahan tragedi kemanusiaan dan pelanggaran HAM masa lalu. Termasuk, keterlibatan aktor politik pada masa itu.

"Untuk pelanggaran HAM-nya tentu saja akan menambah data-data yang lebih akurat, misalnya tentang jumlah korban berapa, kuburan massal ada di mana saja, seperti apa kejadiannya. Sehingga, mungkin juga bisa membantu keluarga-keluarga yang sampai saat ini mencari keluarganya yang hilang juga belum dapat," ujar Anggota Komnas HAM Nur Khoiron kepada KBR, Minggu (12/3/2017).

Tak menutup kemungkinan, kata dia, Komnas HAM juga akan meminta data soal korban dari tragedi 1948 dan 1965 untuk memperjelas lokasi korban dikuburkan.

"Mereka masih bertanya-tanya, anak-anaknya, cucu-cucunya yang sekarang ini hidup. Sebetulnya saudara mereka, kakek, ayah atau ibu mereka yang tidak ada itu meninggalnya di mana, dikubur di mana, itu kan masih banyak sekarang yang belum jelas, itu terjadi hampir di semua daerah, khususnya di Jawa Timur," tambahnya lagi.

Baca juga:

Detail dokumen apa saja yang akan diminta itu akan terlebih dulu dibicarakan dalam rapat paripurna Komnas HAM pada pertengahan bulan ini. Sebab kata dia, perlu kehati-hatian untuk meminta informasi yang merupakan dokumen rahasia negara Amerika Serikat.

"Kita kan baru mendengar beberapa minggu ini. Ini kan harus didiskusikan dulu dan disampaikan dulu di sidang paripurna. Sehingga posisi Komnas HAM juga jelas, mintanya dalam rangka apa terkait mandat yang dimiliki Komnas HAM."

Kata dia, paripurna itu akan meminta persetujuan seluruh komisioner Komnas HAM mengenai langkah permintaan arsip rahasia Amerika yang berkaitan dengan pelanggaran HAM 1965. Paripurna, juga menentukan informasi apa saja yang akan diminta.

"Masalah 65 ini masalah yang kompleks mari kita selesaikan dan menunggu komitmen pemerintah. Dokumennya kertasnya bisa ratusan ribu lembar, kalau minta ke sana harus spesifik temanya apa, tidak bisa semua," tukasnya. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Jokowi Bersedia Temui Keluarga Novel

  • Siang ini Pansus Angket KPK Umumkan Temuan Sementara
  • Warga Ancam Blokir Lalulintas Pabrik Semen Indonesia
  • Lazio Konfirmasi Wesley Hoedt Bakal Gabung Southampton

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR