Stop Body Shaming!

Apakah saat bertemu teman, kenalan lama, kita biasa berkomentar terkait perubahan fisik orang tersebut? Hati-hati, bisa saja komentar kita termasuk dalam Body Shaming.

Jumat, 09 Feb 2018 16:45 WIB

Apakah saat bertemu teman, kenalan lama, kita biasa berkomentar, ‘kok gendutan siy sekarang, kok rambutnya potongannya begitu, kok makin botak aja, makin item aja, lu gendut karena banyak makan ya? Dan banyak komentar terkait fisik dan penampilan. Tapi kita harus hati-hati lo jangan-jangan komentar kita termasuk Body Shaming. Apa itu body shaming? Aktivis perempuan, Dhyta Caturani akan menjelaskannya dalam Ruang Publik KBR pada Senin 12 Februari 2018 pukul 09.00 WIB.

Simak di 100 radio jaringan KBR, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di  Power Radio 89,2 FM,  via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. Jangan lupa sertakan TAGAR RUANG PUBLIK 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.