Debu Sinabung Selimuti Lhokseumawe, Stok Masker Habis

Menyebarnya debu vulkanik Gunung Sinabung ke Aceh membuat warga berburu masker ke apotek dan toko obat. Akibatnya, sejumlah apotek kehabisan pasokan masker.

Selasa, 20 Feb 2018 13:17 WIB

Warga menyerbu apotek untuk membeli masker karena dampak debu vulkanik Gunung Sinabung di Lhokseumawe, Selasa (20/2/2018). (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Aceh Utara – Sejumlah daerah di Provinsi Aceh terkena dampak erupsi Gunung api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Senin (19/2/2018) malam.

Debu vulkanik letusan Gunung Sinabung mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Aceh seperti Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireun, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan sekitarnya. 

Sebagian warga di wilayah itu kini mulai mengenakan masker karena debu cukup mengganggu pernafasan mereka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar mengatakan dampak debu vulkanik tersebut menganggu aktivitas pengguna jalan raya. Walau pun, debu belum belum mempengaruhi jarak pandang.

"Kepada masyarakat kalau bepergian harus pakai masker dan berhati-hati. Kami akan berkoordinasi dengan  Dinas Kesehatan untuk pengadaan masker bagi masyarakat. Karena debunya seperti hujan, tapi bukan hujan. Ini berbahaya bagi pernafasan. Karena itu diimbau supaya pakai masker," kata Munawar kepada KBR, Selasa (20/2/2018).


Menyebarnya debu vulkanik Gunung Sinabung ke Aceh membuat warga berburu masker ke apotek dan toko obat. Akibatnya, sejumlah apotek kehabisan pasokan masker.

Pemiliki Apotek Mudah Rezeki, Muhammad Sayuti mengatakan stok masker kosong total pascaerupsi Sinabung. Puluhan ribu masker habis diborong pembeli. 

"Ini akibat dari Gunung Sinabung yang meletus, karena banyak pengendara roda dua dan mobil yang terkena debu hingga bertambah parah kondisinya. Dari jam 08.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB sudah puluhan ribu masker yang habis terjual. Ini kalau sudah habis, ya sudah enggak ada lagi stok. Malahan permintaan nggak cukup barangnya, karena terlalu ramai," kata Sayuti kepada KBR, Selasa (20/2/2018).

"Kami sekarang sedang berusaha memesan masker tambahan dari luar daerah. Karena banyak warga yang tak kebagian," kata Sayuti.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang