Sandiaga Perintahkan Kontraktor Percepat Pembangunan Shelter Kampung Akuarium

"Pokoknya Jaya Konstruksi, anak usaha dari Jakarta Propertindo yang bergerak di bidang konstruksi harus segera menyelesaikannya shelter-nya"

Jumat, 12 Jan 2018 14:35 WIB

Warga beraktivitas di dekat lokasi pembangunan shelter di Kampung Akuarium, Jakarta, Senin (8/1). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pembangunan penampungan untuk warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, bisa selesai segera. Pasalnya, dia mengatakan, masyarakat di sana sudah sangat membutuhkan tempat tinggal.

"Teman-teman Satpol PP kemarin sudah bekerjasama dengan kepolisian, TNI. Kita lanjutkan pembangunan. Pokoknya Jaya Konstruksi, anak usaha dari Jakarta Propertindo yang bergerak di bidang konstruksi harus segera menyelesaikannya shelter-nya sehingga teman-teman di Kampung Akuarium punya tempat tinggal nanti. Apalagi ini masuk cuaca ekstrem, jadi mereka harus diberikan shelter sehingga hidup lebih layak," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).

Dia melanjutkan, shelter tersebut hanyalah bersifat sementara. Pemerintah Provinsi DKI tengah menggodok kajian mengenai penataan kawasan Kampung Akuarium untuk jangka panjang.

"Kita mau wisata bahari (ke depannya). Ada perumahan, ada usaha kecil menengah, dan ada usaha kecil berbasis kemaritiman dan perikanan," kata dia.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan menjelaskan, PT. Jaya Konstruksi akan mendirikan bangunan berukuran 3,5 kali 6 meter. Jumlahnya, ada 160 unit.

"Bentuknya seperti bedeng," kata dia.

Hunian sementara itu berdiri di sebagian tanah Kampung Akuarium yang luasnya 1,7 hektar. Bukan hanya shelter, Agustino melanjutkan, Pemprov DKI melalui PT. Jaya Konstruksi, juga akan membangun sarana dan prasarana jalan, drainase, MCK, dan dapur komunal.

Pembangunan shelter dan fasilitas lainnya itu, Agustino mengatakan, menggunakan dana dari Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Bazis) DKI Jakarta. Dalam surat dari Dinas Perumahan ke PT. Jaya Konstruksi pada 21 Desember 2017 yang diterima KBR, tertulis, penggunaan Dana Bazis dikarenakan tidak ada anggaran pembangunan tersebut pada  2017.

"Penggunaan Bazis itu tepat karena memang itu untuk kaum dhuafa," kata dia.

Mengenai rencana membangun wisata bahari Sandiaga, Agustino belum bisa menjelaskan. Sebab untuk saat ini, lembaganya fokus membangun shelter terlebih dahulu. Sebab, penataan Kampung Akuarium sifatnya berkelanjutan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Alasan Panitia MocoSik Festival 2018 Larang Penjualan Buku Komunis

  • Kembangkan Aplikasi Street View, Google Diminta Jaga Hak Privasi Warga
  • Kembangkan Google Street View, Warga yang Keberatan Bisa Mengadu
  • DPRD Banyumas Bakal Panggil Pelbagai Pihak terkait Kasus Pemukulan Guru ke Siswa

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.