Nasib Evan Dimas dan Ilham Udin Belum Jelas, PSSI Butuh Jaminan dari Selangor FA

Dalam beberapa kali pertemuan dengan PSSI, Selangor FA belum dapat memberikan jaminan bahwa Evan Dimas dan Ilham diperbolehkan mengikuti pelatihan di tim nasional.

Rabu, 03 Jan 2018 07:48 WIB

Pemain timnas Indonesia Evan Dimas dibayang-bayangi pemain Myanmar dalam pertandingan persahabatan di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta - Nasib dua pesepakbola muda asal Indonesia, Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn merumput di klub negeri jiran Malaysia, Selangor FA, masih jadi tanda tanya. Ini disebabkan induk sepakbola Indonesia PSSI masih membutuhkan jaminan dari Selangor.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan PSSI ingin mendapatkan jaminan dari klub tersebut, bahwa dua pemain muda itu bisa mengikuti program di tim nasional. Hal ini menyangkut target timnas di Asian Games 2018 di mana Indonesia juga bertindak sebagai tuan rumah.

Ratu Tisha mengatakan Ketua Umum PSSI, Edi Rahmayadi sudah bertemu beberapa kali dengan petinggi Selangor FA sebagai klub yang ingin mengontrak Evan Dimas dan Ilham. 

Namun dalam beberapa kali pertemuan itu, kata Tisha, Selangor FA belum dapat memberikan jaminan kepada PSSI bahwa Evan Dimas dan Ilham, diperbolehkan mengikuti pelatihan di tim nasional.

"PSSI juga telah membeberkan seluruh pertimbangan itu kepada Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn. Kami juga telah mendeskripsikan kekhawatiran yang kami rasakan apa saja, jadi silakan putuskan. PSSI tidak dalam posisi untuk menentukan. Kalianlah yang menentukan. Kami akan dukung keputusan itu. Akan tetapi, ini loh pertimbangannya. Dan ada satu pertimbangan yang memang sangat krusial, yaitu negara memanggil. Jadi kami serahkan semuanya, bolanya ada di teman-teman pemain," kata Ratu Tisha kepada KBR di Jakarta, Selasa (2/1/2017). 

Belum diizinkannya dua penggawa timnas Indonesia U-23, Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn, ke Selangor FA oleh PSSI itu mendapat sorotan dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Apalagi, dua pemain eks Bhayangkara FC itu telah meneken kontrak dengan Selangor FA.

Evan dan Ilham saat ini masih berada di Indonesia, sedangkan klub Selangor FA menginginkan dua pemain baru itu segera bergabung latihan dengan tim pada awal Januari ini.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi sebelumnya khawatir klub Malaysia itu tidak mengizinkan Evan dan Ilham bergabung bersama timnas. Sebab ajang Asian Games memang tidak masuk dalam agenda resmi Federasi Sepakbola Dunia, FIFA.

Regulasi FIFA memang menjamin akan menghukum klub-klub di liga manapun jika tak memberikan izin para pemainnya pulang membela timnas. Akan tetapi regulasi tersebut, hanya berlaku bagi agenda timnas yang masuk dalam kalender FIFA. Sementara pertandingan sepakbola Asian Games, seperti juga Olimpiade, tak masuk dalam kalender FIFA.

Baca juga:

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas   

Indonesia Anjlok di Sea Games, Menpora Minta Maaf 

http://kbr.id/berita/12-2017/kapolri__2018_indonesia_banyak_agenda__mesin_makin_panas/94217.html

http://kbr.id/berita/08-2017/indonesia_anjlok_di_sea_games__menpora_minta_maaf__/92102.html

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.