[Advertorial] Berbagai Inovasi Dukung Capaian Kinerja Kemenkes di Tahun 2017

JKN telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat. Dari sebesar 92,3 juta jiwa penerima manfaat pada 2014, pada Oktober 2017 sudah sebesar 182,7 juta jiwa.

Kamis, 11 Jan 2018 10:06 WIB

Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program yang telah dirancang pada tahun 2017, yakni Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemenuhan SDM kesehatan, pembangunan dan peningkatan mutu infrastruktur kesehata, dan pelayanan kesehatan.

JKN

Jumlah peserta penduduk miskin yang dibayarkan iurannya sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah 87,8 juta jiwa dengan total iuran Rp 19,8 triliun (2015), 91,1 juta jiwa dengan total iuran Rp 24,8 triliun (2016), 92,3 juta jiwa dengan total iuran Rp 25,4 triliun.

JKN telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat. Dari sebesar 92,3 juta jiwa penerima manfaat pada 2014, pada Oktober 2017 sudah sebesar 182,7 juta jiwa.

Pemanfaatan JKN meliputi pemanfaatan di tingkat puskesmas, dokter, prakter perorangan / klinik pratama, poliklinik rawat jalan rumah sakit, dan pemanfaatan pada rawat inap rumah sakit.

SDM Kesehatan

Dalam upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil, perbatan dan kepulauan (DTPK) hingga akhir tahun 2017, Kemenkes telah menempatkan 6.316 tenaga kesehatan yang terdiri dari Nusantara Sehat, Wajib Kerja Dokter Spesialis dan penugasan khusus calon dokter spesialis.

Pembangunan dan Mutu Infrastruktur Kesehatan

Kemenkes menetapkan 48 kabupaten/kota dan 124 Puskesmas sasaran program prioritas nasional pelayanan kesehatan di daerah perbatasan pada 2015-2019.

Tahun 2017 pemerintah telah meningkatkan sarana dan prasarana pada faskes tingkat primer sebanyak 375 rehab puskesmas, 35 peningkatan gedung, 750 pembangunan baru puskesmas, 17 pembangunan Public Safety Center, 34 puskesmas keliling air, 537 puskesmas keliling ambulans roda empat, 1.650 ambulans roda dua, 86 ambulans, 2.525 sarana prasarana puskesmas, 10.437 alat kesehatan di puskesmas.

Pada faskes tingkat rumah sakit rujukan, terdapat 104 rujukan regional, 20 rujukan propinsi, 4 rujukan nasional, dan 408 RSUD lainnya. Dalam  bidang kefarmasian, telah dilakukan penyediaan obat di 9.740 puskesmas dan pembangunan 27 instalasi farmasi. Prevalensi HIV sebesar 0,33%. Masih di bawah 0,5%.

Upaya Pengendalian Penyakit Tuberkulosis Paru

Indonesia berhasil mempertahankan minimal 85% sejak 1999. Pada 2016 ada 307 kabupaten/kota (60%) yang telah mencapai success rate minimal 85%.

Upaya Pengendalian Malaria di Indonesia

Sampai dengan Oktober 2017 jumlah kabupaten/kota yang telah bebas dari penularan malaria sebanyak 266 kabupaten/kota.

Capaian Eliminasi Filariasis di Indonesia

Hingga Agustus 2017 di 23 kabupaten/kota dari target 15 kabupaten/kota dapat membebaskan 15.482.681 penduduk dari kecacatan akibat filariasis. 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".