Setelah Anies Temui FPI, Berikutnya Giliran FBR dan Ormas Pendukung Demokrat

Mardani mengatakan deklarasi dukungan FBR akan dilakukan dalam acara pengajian Maulid Nabi SAW, yang diselenggarakan sayap organisasi FBR yaitu Jawara Anies-Sandi.

Selasa, 03 Jan 2017 11:06 WIB

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama pemimpin FPI Rizieq Shihab. (Foto: Dok Timses Anies-Sandi)


KBR, Jakarta - Awal tahun 2017, calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui pimpinan dan anggota kelompok FPI dalam pengajian yang digelar di markas FPI, Jl Petamburan, Jakarta Pusat.

Ketua Tim Sukses pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengatakan kunjungan Anies Baswedan itu atas undangan dari FPI.

Usai mendatangi markas FPI, giliran berikutnya pasangan Anies-Sandi bakal bertemu ormas Forum Betawi Rempug (FBR). Mardani Ali Sera mengatakan FBR akan mendeklarasikan dukungan untuk Anies-Sandi pada 7 Januari mendatang di Penjaringan, Jakarta Utara.

Anies-Sandi juga bakal 'merebut dukungan' dari ormas Ikhwanul Muballighin, yang sebelumnya merupakan ormas pendukung Partai Demokrat.

Mardani mengatakan deklarasi dukungan FBR akan dilakukan dalam acara pengajian Maulid Nabi SAW, yang diselenggarakan sayap organisasi FBR yaitu Jawara Anies-Sandi.

"FBR ini tidak ada permintaan apa-apa. Tapi karena mereka melihat Anies-Sandi satu-satunya pasangan calon yang tegas menolak reklamasi Teluk Jakarta. Dan FBR yang gabung dengan kami itu cuma satu dari lima wilayah, yaitu FBR Utara saja. FBR yang lain nggak ke kita," kata Mardani Ali Sera kepada KBR.

Mardani mengatakan FBR dari empat wilayah lain di Jakarta sejauh ini tidak memberikan dukungan ke Anies-Sandi.

"Ya saya nggak bisa memaksa mereka. Kan ada beberapa kayak begitu, dan itu wajar. Kita kan nggak bisa juga, 'ayo FBR saya kasih uang segini gabung. Ya nggak. Kalau kita, (kita bilang) 'ini program kita, ini prinsip kita, ini kebijakan kita'," kata Mardani.

Baca: Timses: Mas Anies Gembira Diundang FPI   

Ikhwanul Muballighin

Selain mendapat dukungan dari FBR Jakarta Utara, pasangan Anies-Sandi juga bakal mendapat dukungan dari ormas Ikhwanul Muballighin.

Ormas Ikhwanul Muballighin merupakan ormas yang didirikan para muballigh (pendakwah Islam) sejak 2011. Para anggotanya semula merupakan pendukung dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Saat pendirian Ikhwanul Muballighin, pengurusnya menyatakan resmi berafiliasi langsung dengan Partai Demokrat. Bahkan, Ketua Umum Partai Demokrat saat itu, Anas Urbaningrum, didaulat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Ikhwanul Muballighin.

Ketua Timses Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan ormas Ikhwanul Muballighin saat ini tersebar di berbagai wilayah di Jakarta.

"Para kiai kampung dari Ikhwanul Muballighin itu ingin segera deklarasi (mendukung Anies). Saya sudah ketemu mereka. Mereka ini kiai kampung, yang mengisi kuliah Subuh, yang hadir di acara tahlilan kematian, yang hadir di acara sunatan, dan lain-lain. Ya mereka ini," kata Mardani Ali Sera.

Namun tanggal deklarasi dukungan Ikhwanul Muballighin terhadap Anies-Sandi belum ditetapkan.

"Lagi nyari waktu yang kosong. Kebetulan sampai tanggal 9 Januari itu jadwal Mas Anies penuh," kata Mardani.

Mardani mengatakan organisasi Ikhwanul Muballighin memberikan dukungan kepada Anies-Sandi, namun mereka juga memiliki permintaan.

"Bukan syarat sih, tapi (mereka bilang) 'boleh tidak sih nanti kami dibantu penyelenggaraan organisasi kami? Ya, kita lihat. Kalau organisasinya seperti Ikhwanul Muballighin, ini bagus, sangat layak dibantu. Organisasi ini dulu mau muktamar saja tidak bisa, dana nggak kumpul-kumpul. Paling-paling kita bilang, ya nanti akan ada banyak fasilitas, seperti ruang pertemuan. Kalau mereka minta dana, kita belum bisa janjikan. Kita kan harus lihat aturan main dan anggarannya," kata Mardani.

Baca: Jokowi: Jangan Sampai karena Pilkada, Runtuh Pondasi Keberagaman Kita   

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Puluhan Hektare Lahan di Riau Terbakar

  • 5 Ormas di Jateng Terindikasi Anti-Pancasila
  • PM Israel Ancam Usir Al-Jazeera dari Yerusalem
  • Juve Siap Ajukan Tawaran untuk Keita

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.