Kapal Terbakar, SAR Jakarta Siagakan Belasan Personel

Petugas SAR disiagakan sampai tidak ada laporan kehilangan dari pihak keluarga korban.

Minggu, 01 Jan 2017 21:31 WIB

KBR, Jakarta- Sebanyak 15 petugas SAR masih bersiaga di perairan Muara Angke Jakarta Utara. Staf Operasi Kantor SAR Jakarta, Made Oka mengatakan, petugas tersebut disiagakan sampai tidak ada laporan kehilangan dari pihak keluarga korban. Sampai saat ini, tim SAR sudah mengevakuasi 20 kantong jenazah dan sudah dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi.

"Sampai saat ini menunggu laporan. Kami masih stanby, karena tadi pagi 16 yang hilang, sudah diketemukan kantong jenazah 20. Kami siagakan 15 orang, menggunakan Sireder dan perahu karet. Kalau masih ada keluarga korban yang dicari kami lakukan, tetapi kalau ngga ada kami setop," ungkapnya di perairan Muara Angke Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017).

Made menyebut kapal Zahro Express yang terbakar berada 1 mil dari pelabuhan atau sekitar 7 menit melaut. Meski evakuasi terhitung cepat, namun api dengan cepat membakar kapal.

"Kendala tidak terlalu banyak. Cepat karena kan dekat dengan pelabuhan, tapi karena kan kapalnya fiber cepat sekali terbakar. Jadi fiber dilapisi kayu," tegasnya.

Sebanyak 23 orang tewas dalam kebakaran kapal wisata Zahro Express, Minggu (1/1/2017). Kapal terbakar sekitar 1 mil sebelah Barat Muara Angke saat membawa 200an penumpang yang sebagian besar akan berwisata ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu pada Minggu (1/1/2017) pukul 08.45 Wib.

Menurut juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kapal sudah berhasil ditarik oleh Kapal Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di pelabuhan Muara Angke. Kondisi kapal gosong dan rusak berat.  

Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.