INTERMEZO: Kota-kota di Dunia Dihebohkan Gerakan Naik Kereta Tanpa Celana

Mereka juga diminta untuk tetap tenang dan menanggapi secara jujur jika ada yang menanyakan jika mereka merasakan kedinginan karena acara itu digelar di musim dingin.

Selasa, 10 Jan 2017 15:25 WIB

Ilustrasi aksi No Pants Subway Ride beberapa waktu lalu. (Foto: Susan Sermoneta/Creative Commons)

KBR - Para pengguna kereta bawah tanah atau subway di sejumlah negara dihebohkan dengan peristiwa dimana banyak orang melepas celana panjang di dalam kereta.

Baik laki-laki maupun perempuan tetap mengenakan pakaian bagian atas seperti biasa, seperti baju, jaket atau topi. Namun di bagian bawah hanya mengenakan celana pendek atau celana dalam saja saat berada di kereta bawah tanah.

Gerakan No Pants Subway Ride (berkendara kereta tanpa celana) terjadi hari Minggu lalu secara serempak di 60 kota di dunia. Mulai dari New York hingga Boston Amerika Serikat, dari London Inggris hingga Berlin di Jerman bahkan sampai Praha di Republik Cech hingga Warsawa di Polandia. Meskipun di London acara ini terganggu oleh mogok kerja pegawai kereta bawah tanah.

Gerakan sehari naik subway tanpa celana itu dikampanyekan oleh kelompok komedi Improv Everywhere, sebuah kelompok flash mob global dari New York yang kerap melakukan kekonyolan dan jebakan betmen.

Slogan dari Improv Everywhere adalah 'membuat orang senyum dan tertawa'.

Gerakan ini pertama kali digelar di New York pada 2002 lalu dengan diikuti hanya tujuh orang peserta.

Salah seorang penyelenggara kegiatan konyol ini, Jesse Good mengatakan acara itu digelar untuk membuat agar warga New York yang selama ini sibuk dengan diri sendiri bisa lebih rileks.

"Kami ingin memberi alasan bagi warga New York supaya mereka ini mengangkat kepala mereka dari koran-koran yang mereka baca dengan tekun, mengangkat kepala dari kesibukan dengan telepon genggam mereka, dan pengalaman yang sedikit berbeda dari kebiabasan sehari-hari yang membosankan," kata Jesse Good.

Di Philadelphia, acara naik subway tanpa celana ini bahkan disponsori sebuah perusahaan layanan pencucian pakaian, yang meminta peserta untuk menyumbangkan celana atau pakaian mereka bagi kegiatan amal.

Penyelenggara meminta orang-orang yang bersedia menjadi peserta aksi itu untuk naik kereta secara normal. Setelah diberi tanda atau aba-aba, mereka bersama-sama melepas celana panjang mereka di tengah keramaian, dan hanya menyisakan celana dalam atau celana pendek boxer.

Mereka juga diminta untuk tetap tenang dan menanggapi secara jujur jika ada yang menanyakan jika mereka merasakan kedinginan karena acara itu digelar di musim dingin.

"Orang yang tidak mengerti apa yang kami lakukan terlihat mereka memandangi kami, seolah-olah kami melakukan perbuatan buruk atau salah," kata Peter Saez, salah seorang peserta aksi itu. "Padahal ini menyenangkan. Ini perjalanan yang mengasyikkan, itu saja."

Seorang pria bernama Toni Carter juga mengaku santai saja ketika dia hanya mengenakan celana pendek dengan polkadot atau bertotol lingkaran kecil.

"Tidak terlalu sering saya dapat kesempatan seperti ini, bersama sekelompok orang melepas celana panjang dan memperlihatkan apa yang ingin saya pamerkan. Saya sedang menghibur warga New York. Ini salah satu bentuk ekspresi seni saya," kata Carter.

Seorang turis dari Australia, Angela Bancilhon bersama suami dan dua anaknya yang masih kecil juga ikut dalam acara itu.

"Ini menyenangkan. Mengapa tidak?" kata Bancilhon. "Kami di New York. Mengapa Anda tidak?" (AP/IBTimes/Guardian/Chicago Tribune) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing