Pengusaha Minta Redenominasi Rupiah Diujicoba Dulu di Batam

Senin, 28 Jan 2013 23:14 WIB

Ujicoba redenominasi Rupiah, penyederhanaan mata uang Rupiah

KBR68H, Jakarta - Para pengusaha meminta pemerintah melakukan ujicoba redenominasi atau penyederhanaan nilai pecahan rupiah di Batam Kepulauan Riau, sebelum diberlakukan secara nasional.


Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri KADIN, Haryadi Sukamdani mengatakan, ujicoba tersebut dibutuhkan untuk mengetahui ada tidaknya dampak inflasi akibat redenominasi.


Menurut Haryadi, ujicoba redenominasi bisa dilakukan dala waktu satu tahun untuk mendapatkan kepastian dampak redenominasi.


"Sebaiknya tidak hanya sosialisasi tapi diuji coba di daerah tertentu. Misalkan kelas-kelas tertentu seperti di Batam dalam kurun waktu 6 sampai 1 tahun. Lihat reaksinya bagaimana, masyarakatnya bagaimana. Karena yang saya khawatirkan efek inflasinya."jelas Haryadi Sukamdani.


Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri KADIN, Haryadi Sukamdani menambahkan, selain ujicoba pemerintah juga perlu menyebar luaskan informasi redenominasi rupiah ke daerah secara maksimal. Ia khawatir penerapan redenominasi akan berpengaruh besar di kalangan menengah ke bawah dan memicu inflasi.


Selain itu, KADIN menghimbau pemerintah mempersiapkan matang redenominasi sehingga tidak terjadi cetak uang berulang.


Redenominasi merupakan penyederhanaan pecahan mata uang. Bank Indonesia mengusulkan agar mata uang Rupiah disederhanakan dengan cara menghilangkan tiga angka nol terakhir tanpa mengurangi nilai mata uang. BI mengusulkan pecahan Rp1000 disederhanakan menjadi Rp1, dengan nilai tetap.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi